Terungkap, Idayati Dibunuh Usai Kencan Gara-Gara Tarif

Lumajang, Motim - Setelah dilakukan penyelidikan secara intensif oleh tim Cobra Sat Reskrim Polres Lumajang bersama tim Cobra Polres Jember, akhirnya kasus tewasnya Idayati (42), warga Jalan dr. Soetomo, Kota Lumajang yang ditemukan dalam kondisi setengah telanjang di pantai Paseban Dusun Bulurejo, Desa Paseban, Kecamatan Kencong, Kabupaten Jember, pada Senin (21/1), sekira pukul 14.00 WIB, terungkap.
Kedua pelaku pembunuhan saat diamankan
Kedua pelaku pembunuhan saat diamankan
Idayati yang diketahui berstatus janda 3 anak itu tewas dibunuh. Pelakunya adalah Moh Syafi'i (24), warga Dusun Krajan, Desa Dawuhan Wetan, Kecamatan Rowokangkung dibantu seorang temannya Berinisial MNR (15), yang diketahui berstatus sebagai pelajar.

Kedua pelaku ditangkap di lokasi berbeda. Moh Syafi'i ditangkap di gardu pertigaan makam Dawugan Wetan pada Jum'at (25/1), sekira pukul 18.00 WIB. Karena melawan dan berusaha kabur, petugas langsung mengambil langkah tegas terukur dengan memberikan tembakan pada salah satu kakinya. Sedang MNR ditangkap di sekitar pasar burung Srangin Bayeman sekitar pukul 20.00 WIB.

“Jadi, yang menangkap pelaku adalah petugas gabungan Tim Cobra Polres Lumajang dan Tim Cobra Polres Jember,” kata Kasat Reskrim Polres Lumajang, AKP Hasran, SH, M.Hum mendampingi Kapolres Lumajang, AKBP DR. Muhamad Arsal Sahban, SH, SIK, MH, MM.

Menurut keterangan Moh Syafi'i, pada Sabtu (20/1) sore itu dia menghubungi korban mengajak berkencan dan bertemu di wilayah kota. Tarif yang dipasang oleh korban 50 ribu sekali berkencan. Setelah korban mengiyakan, Moh Syafi'i bersama korban mengajak bertemu di wilayah kota.

Moh Syafi'i kemudian mengajak MNR menemui korban dengan mengendarai sepeda motor Honda Blade. Setelah bertemu Moh Syafi'i terus membonceng korban. Sedang sepeda motor milik korban dikendarai MNR dan bersama-sama menuju lokasi areal makam Sentono tepi sungai Bondoyudo, Desa Dawuhan Wetan, Kecamatan Rowokangkung.

Setiba di lokasi, Moh Syafi'i terus berkencan dengan korban. Usai berkencan, keduanya terlibat cek cok mulut, gara-garanya korban minta bayaran lebih. Kondisi tersebut membuat Moh Syafi'i emosi lalu memukul korban menggunakan tangan kosong juga menggunakan helm mengenai bagian kepalanya yang menyebabkan korban tidak berdaya.

“Selain memukuli korban dengan tangan kosong juga menggunakan helm Mas,” tuturnya.

Saat korban tak berdaya, MNR datang. Tanpa pikir panjang Moh Syafi'i bersama MNR terus melempar tubuh korban ke sungai Bondoyudo. “Apakah saat dilempar ke sungai itu korban dalam kondisi masih hidup atau sudah mati, kedua pelaku mengaku tidak tahu,” ungkapnya.

Setelah melempar tubuh korban ke sungai, kedua pelaku terus meninggalkan lokasi kejadian dengan membawa barang milik korban diantaranya 1 unit sepeda motor Yamaha Mio Nopol N 4888 YJ, sebuah HP, seuntai kalung, gelang juga cincin.

Sepeda motor milik korban juga perhiasan emasnya oleh pelaku dijual ke wilayah Situbondo. Berkat kerja keras Tim Cobra Polres Lumajang bersama Tim Cobra Polres Jember akhirnya dalam waktu cukup singkat, tewasnya Idayati berhasil diungkap.

“Moh Syafi'i dan MNR terancam dijerat pasal 338 KUHP tentang pembunuhan sub pasal 365 KHUP tentang pencurian disertai dengan kekerasan dipidana paling sedikit 15 tahun,” pungkas Kasat Reskrim Hasran.(cho)