Thoriq-Indah Klaim Keberhasilan Revolusi Birokrasi di 100 Hari

Lumajang, Motim - Bupati dan Wakil Bupati Lumajang, Thoriqul Haq-Indah Amperawati mendadak ingin bertemu dengan para wartawan di penghujung 2018, Senin (31/12), sore. Ada banyak hal yang ingin keduanya sampaikan. Salah satunya adalah soal kinerja di 100 hari pertama sejak dilantik.
Bupati dan Wakil Bupati
Bupati dan Wakil Bupati
Per 3 Januari mendatang, usia kepemimpinan Thoriq-Indah sudah menginjak 100 hari. Mereka dilantik 24 September lalu. Revolusi birokrasi adalah program yang diutamakan di masa 100 hari. Karena keduanya meyakini ada banyak hal yang perlu dibenahi di tubuh birokrasi.

Setelah birokrasi tertata bagus, tentunya dampaknya pada pelayanan masyarakat yang lebih maksimal. Thoriq-Indah pun secara tegas mengklaim, jika revolusi birokrasi yang telah dilakukan di 100 hari kerja ini telah berhasil.

“Sudah banyak yang kami persembahkan, sebagai revolusi birokrasi. Agar dipahami, revolusi birokrasi tidak hanya penataan personal. Tetapi lebih kepada bagiamana kita berikan harapan dan janji untuk diwujudkan. Dalam sebuah bentuk ketepatan bekerja utamanya dalam hal pelayanan,” kata Indah pada puluhan wartawan usai Apel Sore, di Lobi Kantor Bupati.

Indah menyebutkan, salah satu bentuk keberhasilan dalam tata kelola pemerintahan yang baik, benar, dan bersih untuk masyarakat. Yakni pelayanan pengurusan administrasi kependudukan yang lebih cepat dibandingkan dengan pemerintahan sebelumnya.

“Kalau dulu mengurus KTP sampai 2 bulan, ketika kita diberi amanah, dengan personil yang sama, tanpa alat baru, KTP bisa selesai maksimal 3 hari. Ini adalah perbaikan pemerintahan demi pelayanan masyarakat,” tegasnya.

Sementara, Thoriq menambahkan, pelayanan administrasi kependudukan perlu diperbaiki karena itu merupakan pelayanan dasar bagi masyarakat. Sehingga perlu diprioritaskan. “Selanjutnya, mengurus KTP tidak perlu di Dispenduk, tetapi di kecamatan masing-masing. Cetak di kecamatan. Sudah dibahas di APBD,” ungkapnya.

Di masa 100 hari kerja, Thoriq-Indah juga telah menjatuhkan sanksi pada sejumlah pejabat. Karena terbukti melakukan kesalahan. Sanksi yang diberikan dari penurunan pangkat hingga pencopotan jabatan.

“Saya bersama Bunda Indah konsolidasi supaya pemerintahan ini berjalan benar. Pemerintah ini harus berjalan, tidak boleh mandek. Tidak boleh terganggu,” ujar Thoriq.

Thoriq-Indah pun sering melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke kantor-kantor Organisasi Perangkat Daerah (OPD). Guna memastikan pelayan yang diberikan pada masyarakat benar-benar bagus. Tak jarang keduanya marah-marah karena ada ketidaksesuaian dan perlu dibenahi.

Bahkan apa yang dilakukan ini, sempat disebut-sebut memunculkan ketakutan bagi para Aparatur Sipil Negara (ASN). “Justru kalau mereka takut, itu malah salah,” pungkas Indah. (fit)