Tidak Seistimewa Sebelumnya, Kirab Piala Adipura Ditiadakan

Lumajang, Motim - Penghargaan Adipura ke-11 nampaknya tidak seistimewa dengan yang pernah diraih sebelumnya. Pasalnya Piala Adipura sebelumnya dikirab dari ujung utara Lumajang. Dari Kecamatan Ranuyoso hingga Alun-Alun. Namun kali ini tidak ada selebrasi seperti itu.
Wakil Bupati Indah Amperawati
Wakil Bupati, Indah Amperawati
“Saya berpikir tidak perlu ada arak-arakan,” kata Wakil Bupati, Indah Amperawati saat jumpa pers di Ruang Mahameru Pemkab Lumajang, Selasa (15/1) pagi.

Menurutnya hal itu tidak perlu, karena penghargaan yang didapat ini dinilai hal yang biasa. Karena bukan hanya Lumajang yang mendapatkannya. “Ini adalah hal biasa. Banyak daerah yang dapat Adipura,” ungkapnya.

Namun Pemkab berencana akan membuat replika Piala Adipura. Kemudian akan dipamerkan saat Car Free Day (CFD) di depan Pemkab Lumajang. “Jadi masyarakat bisa selfie-selfie di situ,” ujarnya.

Bukan hanya replikanya, Piala Adipura yang asli juga bakal dihadirkan di sana. “Masyarakat boleh pegang Adipura itu. “Karena selama ini masyarakat tidak pernah pegang itu,” kata Indah kepada puluhan wartawan yang hadir.

Ia menambahkan, penghargaan yang didapat ini bukanlah sebuah tujuan dari pemerintahan di bawah kepemimpinannya bersama Bupati Thoriq. “Kita tidak mengagung-agungkan penghargaan, yang penting kita bekerja,” jelasnya.

Bahkan semua Organisasi Perangkat Daerah (OPD) juga sudah dihimbaunya, agar tidak mengutamakan penghargaan. “Kita bekerja. Melayani dengan baik, (penghargaan) itu bagian dari reward untuk motivasi,” pungkasnya.

Lumajang berhasil meraih Penghargaan Adipura dan Nirwasita Tantra. Dua piala penghargaan nasional itu diserahkan langsung oleh Wakil Presiden, Jusuf Kalla kepada Bupati, Thoriqul Haq di Jakarta, Senin (14/1). (fit)