Tim Cobra Ringkus Begal Sadis 9 TKP

Lumajang, Motim - Tim Cobra Satuan Reserse Kriminal Polres Lumajang akhirnya berhasil meringkus salah satu komplotan begal yang terbilang cukup sadis. Berbekal senjata tajam jenis celurit, pelaku begal ini tidak segan-segan melukai korbannya apabila enggan menyerahkan barang yang dimintanya.
Kapolres AKBP DR. Muhamad Arsal Sahban, SH, SIK, MH, MM saat press release
Kapolres AKBP DR. Muhamad Arsal Sahban, SH, SIK, MH, MM saat press release
Pelaku begal sadis itu adalah Rohmad bin Supa’at (34), warga Dusun Sumberpundak, Desa Karanglo, Kecamatan Kunir. Karena menyerang petugas saat hendak dilakukan penangkapan, petugas mengambil tindakan tegas terukur melumpuhkan pelaku dengan timah panas pada salah satu kakinya.

“Alhamdulillah, tim Cobra Sat Reskrim yang baru kami bentuk berhasil meringkus Rohmat,” kata Kapolres Lumajang, AKBP DR. Muhamad Arsal Sahban, SH, SIK, MH, MM kepada sejumlah media saat press release, Selasa (29/1).

Barang bukti yang diamankan antara lain 1 unit sepeda motor Honda Scoopy Nopol N 6407 UD, 1 unit sepeda motor Honda Vario tanpa plat Nopol terpasang, 1 unit sepeda motor Honda Beat tanpa plat Nopol terpasang yang diduga hasil kejahatannya.

Selain itu 1 unit Yamaha Xeon Nopol W 6507 HW milik pelaku yang diduga sebagai alat transportasi saat beraksi, 1 buah celurit, 1 buah jaket, 2 buah topi dan perhiasan emas yang diduga hasil dari kejahatannya.

Sesuai dengan catatan di kepolisian, Rohmat merupakan residivis pencurian disertai pemberatan tahun 2004, residivis pencurian ternak sapi tahun 2007, residivis pencurian disertai dengan kekerasan tahun 2013 dan residivis pencurian disertai kekerasan dimana korbannya adalah seorang anggota Polri yang berdinas di Polsek Kencong.

“Anggota Polri bersama keluarganya diikat oleh komplotan Rohmat ini. Anggota TNI asal Kecamatan Jombang, Kabupaten Jember, ada juga yang menjadi korban kejahatan dari komplotan ini Mas,” tuturnya.

Keterangan Rohmat, komplotannya beranggotakan 5 orang, dirinya, Ponadi, warga Desa Kalibendo, Kecamatan Pasirian, Sugeng dan Karianto, keduanya warga Desa Jamintoro, Kecamatan Sumberbaru, Kabupaten Jember. Satu pelaku lagi bernama Sutikno, warga Lumajang. “4 pelaku yang lain sudah kami tetapkan sebagai Daftar Pencarian orang (DPO),” ucapnya.

Setelah dilakukan pengembangan, ternyata komplotan ini pernah melakukan kejahatan di 9 lokasi yang berbeda bergabung dengan komplotan pelaku kejahatan lain. Menurut Rohmat, dirinya bersama Ponadi pernah melakukan pencurian disertai kekerasan di Desa Kalisemut, Kecamatan Padang, berhasil membawa kabur 1 unit sepeda motor Honda Vario, 1 unit sepeda motor Revo dan perhiasan emas.

Kedua, pernah melakukan percobaan pencurian dalam rumah di Desa Kalisemut, Kecamatan Padang. Namun, aksinya gagal. Pelaku Rohmat bersama Ponadi dan Suparno. Ketiga, pernah melakukan aksi begal di sekitar jembatan Desa Jugosari, Kecamatan Candipuro, berhasil membawa kabur 1 unit sepeda motor Honda Beat. Pelaku Rohmat dan Karianto. Aksi ke empat, pernah melakukan begal di wilayah Kecamatan Sumbersuko, pelaku Rohmat dan Ponadi.

Aksi ke Lima, aksi begal di jalan umum Desa Denok, Kecamatan Kota Lumajang. Pelaku Rohmat bersama Ponadi. Aksi ke Enam adalah pencurian disertai kekerasan di Desa Pandanarum, Kecamatan Tempeh. Pelaku Efendi Pradana, Hadis, Lisun, WI, Misto juga Rohmat.

Aksi ke tujuh juga sama, pencurian disertai kekerasan di Desa Pandanarum, Kecamatan Tempeh. Pelaku Efendi Pradana, Hadis, Rohmat, Santo, Misto, Nisam. Aksi ke Delapan adalah pencurian disertai kekerasan di Dusun Tunjungan, Desa Pandanwangi, Kecamatan Tempeh. Pelaku Efendi Pradana, Hadis, Rohmat, Lisun, Wi, dan Misto.

Aksi ke Sembilan juga sama, pencurian disertai kekerasan di Desa Bagu, Kecamatan Pasirian. Pelaku Efendi Pradana, Hadis, Wi, Junaidi, Timbang dan Santo. Untuk Efendi Pradana, Hadis, Timbang dan Rohmat sudah tertangkap. Sedang pelaku bernama Nisam meninggal dunia.

“Santo, Misto, Wi, Sutikno, Suparno, Lisun, Karianto dan Sugeng menjadi DPO. Dipastikan segera tertangkap. Sebab Tim Cobra Sat Reskrim terus melakukan pencarian terhadap keberadaan para pelaku,” jelasnya.

Terungkapnya hal ini bermula pada Jum’at (18/1), sekira pukul 10.00 WIB, saat Yuli Wulandari (25), warga Dusun Ngambon, Desa Jambekumbu, Kecamatan Pasrujambe, bersama temannya mengendarai sepeda motor Honda Scoopy Nopol N 6407 UD melintas di jalan Dusun Saringan, Desa Jambearum, Kecamatan Pasrujambe.

Di tengah perjalanannya tiba-tiba dihentikan oleh 2 orang tak dikenal. Saat korban berhenti, salah satu orang tak dikenal itu menghampiri korban dan meminta paksa sepeda motor sambil diancam dengan sebilah celurit lengkap dengan kerangkanya.

Meski diancam, korban tak menghiraukan dan tetap di atas sepeda motornya. Pelaku sempat merebut kunci motornya, namun gagal. Hal itu membuat pelaku marah lalu memukulkan celuritnya ke arah korban mengenai dahi.

Aksi duel antara korban dengan pelaku malam itu diketahui warga. Hal itu membuat pelaku ketakutan dan memilih kabur. Kejadian itu oleh warga kemudian dilaporkan ke Kepala Desa juga perangkat Desa Jambearum, kemudian bersama melakukan pengejaran.

Atas kekompakan warga, tak lama kemudian menemukan sepeda motor milik pelaku di tepi jalan. Diduga, pelaku takut dan bersembunyi di area perkebunan milik warga. Namun, saat dilakukan pencarian tak membuahkan hasil. “Warga mencari di area kebun milik warga dan gagal menemukan,” ungkapnya.

Dari petunjuk sepeda motor itu, Tim Cobra Sat Reskrim Polres Lumajang melakukan penyelidikan dan membuahkan petunjuk yang mengarah pada Rohmat. Tim Cobra pun terus mencari tahu keberadaan Rohmat dan berhasil diringkus di rumah selingkuhannya di Desa Karangbendo, Kecamatan Tekung, pada Rabu (23/1), sekira pukul 21.00 WIB.

Setelah diinterogasi, Rohmat mengatakan jika sebelumnya pernah melakukan aksi kejahatan di 9 Tempat Kejadian Perkara (TKP). Rohmat juga menyebut siapa saja yang terlibat dalam aksi kejahatan. “Pelaku yang belum tertangkap menjadi DPO terus kami buru. Kasus ini, terus dikembangkan karena kami yakin akan ada TKP lain,” pungkas Kapolres Lumajang.(cho)