Tolak Truk Pasir Melintas, Warga Jarit kembali Tutup Jalan

Lumajang, Motim - Polemik berkaitan dengan tambang pasir di Lumajang nampaknya tak pernah ada habisnya. Warga kembali menolak truk pasir melintas di jalan desa. Mereka melakukan penutupan jalan yang biasa dilalui oleh truk pasir.
Warga menutup jalan, tolak truk pasir melintas
Warga menutup jalan, tolak truk pasir melintas
Warga Dusun Uranggantung, Desa Jarit, Kecamatan Candipuro, menutup jalan tepat di sebuah portal, Kamis (17/1). Potongan kayu dan ban bekas ditumpuk di tengah jalan, kemudian membakarnya. Sehingga kendaraan pun tak bisa melintas.

Alasan warga menutup jalan tersebut, karena terlalu banyaknya truk pasir yang melintas setiap harinya. Warga pun merasa terganggu. Ditambah pembatasan jam operasional truk pasir boleh melintas di sana yang disepakati banyak dilanggar oleh sopir-sopir.

Akibatnya, truk yang akan melintas, terpaksa berhenti. Bahkan ada puluhan truk terjebak di jalan itu. Aksi penolakan dengan menutup jalan ini diketahui bukan sekali ini saja. Sebelumnya, aksi serupa juga pernah dilakukan.

Kapolres Lumajang, AKBP Arsal Sahban saat dikonfirmasi Memo Timur, juga membenarkan jika penutupan jalan ini karena warga menolak ada truk pasir melintas di jalan desa tersebut. Upaya penyelesaian permasalahan ini sudah dilakukan oleh pihaknya.

“Saya sudah mengerahkan personil untuk ke sana,” katanya saat dihubungi Memo Timur dan masih dalam perjalanan dari Surabaya.

Setelah ada mediasi yang dilakukan oleh petugas di sana, sore hari akhirnya kayu dan ban yang dibakar itu disingkirkan. Kemudian puluhan truk yang terjebak boleh melintas. Namun truk lainnya yang hendak melintas di sana, sudah tidak dibolehkan. Mereka harus cari jalur lainnya.

Kapolres menambahkan, saat tiba di Lumajang, Ia juga berencana akan segera turun ke lokasi penutupan jalan itu. Untuk secepatnya menyelesaikan persoalan tersebut. Agar benar-benar bisa kembali kondusif.

Sebenarnya sudah ada titik temu sebelumnya, antara masyarakat dan pihak pemilik izin tambang. Yakni dibuat jalan khusus tambang, yang saat ini masih proses pengerjaan. Jadi, sambil menunggu jalan itu selesai, sementara lewat di Desa Jarit tersebut.

“Saat ini pengerjaan jalan khusus tambang sudah dalam proses,” pungkasnya. (fit)