Tunggu Penyempurnaan, Si Perlu Akhirnya Tetap Digunakan

Lumajang, Motim - Wakil Bupati Lumajang, Indah Amperawati di akhir tahun lalu, sempat berencana untuk menghentikan sementara penggunaan aplikasi Si Perlu (Sistem Informasi Presensi Lumajang). Karena banyak kekurangan dalam aplikasi berbasis andorid itu.



Perlu ada penyempurnaan dalam aplikasi tersebut dengan menambahkan sejumlah fitur untuk menunjang kinerja Aparatur Sipil Negara (ASN). Namun sambil menunggu penyempurnaan selesai, diputuskan Si Perlu untuk tetap digunakan.

“Ada rencana untuk ditarik dulu, tapi gak jadi. Masih jalan. Sambil menunggu perbaikan tetap dipakai,” kata Pelaksana Tugas Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Lumajang, Abdullah Wasian saat dihubungi Memo Timur, Senin (7/1).

Karena masalahnya, jika aplikasi tersebut tak digunakan, tidak ada monitoring lagi dari BKD yang dilakukan secara online. “Kalau ditarik penyempurnaan belum selesai, nanti pakai apa. Terkait dengan kehadiran PNS,” jelasnya.

Lanjutnya, saat ini pembenahan masih dilakukan secara intensif oleh tim teknis. Penyempurnaan juga bekerjasama dengan konsultan, dalam hal ini dengan pihak Institut Teknik Sepuluh November (ITS) Surabaya.

“Kita juga tetap bekerjasama dengan Telkom juga,” terang dia.

Penyempurnaan Si Perlu ini dilakukan juga dalam rangka mendukung Smart City yang sudah digagas oleh Bupati dan Wakil Bupati. Dalam Si Perlu yang baru nantinya, saat presensi akan menggunakan deteksi wajah. (fit)