Bawaslu Selidiki Dugaan Pelanggaran Pemilu oleh ASN

Lumajang, Motim - Pemilihan Umum (Pemilu) 2019 semakin dekat. Diduga ada sejumlah Aparatur Sipil Negara (ASN) Pemkab Lumajang yang ikut-ikutan kampanye. Padahal secara aturan itu dilarang. Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Lumajang pun bergerak untuk melakukan penyelidikan.
Divisi Hukum Bawaslu Lumajang, Amin Shobari
Divisi Hukum Bawaslu Lumajang, Amin Shobari
Bawaslu mengetahui hal ini setelah menerima laporan dari masyarakat. Ada tenaga honorer dan pejabat yang diduga mendukung salah satu pasangan calon presiden (capres). Hal itu dibuktikan adanya foto mereka dengan pose jari yang identik ke salah satu paslon.

Foto mereka ini tersebar di media sosial sejak beberapa hari lalu. Kemudian mendapat banyak sorotan dari warganet. Ada foto diantaranya yang juga bersama dengan wakil bupati. Bahkan nampak masih berseragam dinas.

Divisi Hukum Bawaslu Lumajang, Amin Shobari menjelaskan, Ia sudah menerbitkan surat tugas kepada komisioner untuk menindaklanjuti. Investigasi mulai dilakukan oleh pihaknya, untuk memastikan apakah itu merupakan pelanggaran pemilu atau bukan.

“Memang ada foto yang masuk ke kita, kemudian kita masih investigasi terkait kejadian itu,” katanya pada Memo Timur, Rabu (13/2).

Ia mengaku, pihaknya butuh waktu beberapa hari untuk penyelidikan. Tugas investigasi itu dilakukan selama 7 hari lamanya. Pada 10-16 Februari 2019. Setelah itu, nanti baru bisa disimpulkan bagaimana hasilnya. Karena bukti awal hanya berupa foto.

“Kita belum menyimpulkan. Kita investigasi kepada pihak-pihak yang berkaitan dengan itu. Kita lihat dari hasil itu. Apakah ada potensi pelanggaran atau tidak. Kita tidak tahu, masih proses,” pungkasnya. (cho/fit)