Bedah Rumah Tak Layak Huni di Pasirian dari Baznas Capai 70 Persen

Lumajang, Motim - Pengerjaan bedah rumah tak layak huni (RTLH) di Dusun Kedungpakis Desa/Kecamatan Pasirian sudah berjalan sekitar 70 persen. Dapat bantuan dari Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Lumajang, rumah yang ditinggali Sugeng dan keluarganya itu mulai diperbaiki sejak sepekan yang lalu.
Ketua Baznas monitor proses bedah rumah. (*)
Ketua Baznas Lumajang, H. Atok Hasan Sanuni menyampaikan, Kamis (28/2) siang sudah melakukan monitor kesana. Saat ini tukang yang ada, fokus mengerjakan rumah bagian belakang yang sebelumnya memang rusak parah.

“Plafon sudah dipasang. Ada fentilasinya. Sudah terlihat bagus daripada sebelumnya,” katanya pada Memo Timur.

Bagian belakangan rumah tersebut adalah untuk dapur dan kamar mandi. Namun beberapa bulan lalu juga digunakan tempat tidur. Karena di rumah terbilang kecil itu dihuni 3 kepala keluarga atau 8 orang.

“Setelah belakang selesai, baru nanti yang depan. Yang depan itu tidak parah, hanya sebentar mungkin pengerjaannya,” ucapnya.

Dalam proses pengerjaan, ada 4 tukang yang dikerahkan. Pemilik rumah juga membantu. Tak hanya itu warga setempat juga terkadang ada yang membantu. Baznas sendiri sebelumnya menarget seminggu bedah rumah bisa diselesaikan.

Namun melihat kondisi rumah bagian belakang yang begitu parah, waktu tersebut ternyata tidak cukup. Maksimal 2 minggu lagi diperkirakan bisa selesai. “Jadi total kita perkirakan proses pengerjaannya dari awal, ada 2 sampai 3 minggu,” pungkasnya.

Seperti diketahui, bedah rumah itu mulai kerjakan, Jumat (22/2) lalu. Selain warga, pihak dari polsek dan koramil juga terlihat ikut membantu disana. Program bedah rumah ini bisa terlaksana atas bantuan dari Baznas Lumajang. Ditambah pihak lainnya yang juga peduli.

Seperti diketahui, rumah itu kondisinya memprihatinkan. Rumah itu banyak kerusakan. Terutama di bagian belakang. Bahkan nampak sebelum dibedah, rumah tersebut terlihat tidak sehat atau kumuh.

Di rumah itu, selain Sugeng dan kedua anaknya, juga ada ibunya yang sudah tua. Ditambah adik kandungnya bersama suami. Terlihat, ibu Sugeng yang sudah tua sakit struk dan hanya terbaring diatas kasur saja. Sementara suami dari adiknya juga sedang mengalami sakit. (fit)