Bobol Kantor UPK, Tukang Tambal Ban Dibekuk

Lumajang, Motim - Aksi pencurian dengan pemberatan di kantor Unit Pengelolaan Kegiatan (UPK) Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat (PNPM) Kecamatan Kunir yang terjadi pada Jum'at (18/1), diketahui sekira pukul 08.00 WIB, berhasil diungkap oleh unit Reserse Kriminal Polsek Kunir Polres Lumajang.
Pelaku dan bb saat diamankan di Polsek Kunir
Pelaku dan bb saat diamankan di Polsek Kunir
Kapolsek Kunir, AKP H. Chusaini, SH kepada Memo Timur mengatakan, dalam kasus itu pihaknya telah mengamankan seorang pria muda yang bekerja sebagai tukang tambal ban karena diduga kuat sebagai pelakunya. Dia bernama Agianto Suwono (35), warga Dusun Wringinsari, Desa Dorogowok, KecamatanKunir.

Barang bukti yang diamankan berupa 1 buah handycam merk Canon Legria FS305, 1 buah monitor LED merk LG dan 1 buah slideproyektor merk Ben-Q juga 1 buah obeng.

“Agianto Suwono kami tangkap di tempat kerjanya, di wilayah Desa Keting, Kecamatan Jombang, Kabupaten Jember, Kamis (31/1), sekitar pukul 23.00 WIB,” kata Kapolsek Kunir.

Ditangkapnya pelaku berawal dari laporan Supar (44), ketua UPK PNPM Kecamatan Kunir, yang menuturkan apabila kantornya telah dibobol maling. Sejumlah barang seperti handycam, monitor LED dan slide proyektor raib.

Atas laporan itu, pihaknya pun terus melakukan proses penyelidikan. Beberapa hari kemudian pihaknya mendapat informasi dari salah satu tukang servis elektro apabila ada seorang lelaki menservis sebuah handycam mirip punya kantor UPK PNPM yang hilang.

Dari situ pihaknya mencari tahu siapa orang tersebut dan ternyata Agianto Suwono. Tak mau kehilangan orang yang tengah dicarinya, akhir bulan Januari langsung ditangkap.

Awalnya, pria itu tidak mengakui perbuatannya itu. Setelah diperlihatkan bb handycam tersebut dia tidak bisa mengelak lagi dan mengakui jika yang membobol kantor UPK PNPM adalah dirinya.

Menurut pengakuan pelaku, dia membobol kantor UPK itu dengan cara memanjat pagar belakang lalu mencukit pintu samping, kemudian masuk ke dalam kantor terus menjarah sejumlah barang milik UPK. “Kata pelaku, dia kabur ikut jalan semula,” jelasnya.

Kini Agianto Suwono telah diamankan di sel tahanan Polsek Kunir. Perbuatannya dijerat pasal 363 KUHP tentang pencurian. “Bisa dihukum penjara paling lama 7 tahun juga masih dikembangkan,” tuturnya.(cho)