Bupati: Lumajang Belum Aman dari Narkoba

Lumajang, Motim - Bupati Thoriqul Haq menegaskan jika Lumajang termasuk daerah yang masih belum aman dari peredaran narkoba. Ia menyebut kalangan pelajar adalah yang paling rawan menjadi sasaran peredaran narkoba.
Bupati dan kapolres di rumah H. Rejo. (cho)
Untuk itu Ia ingin Polres dan juga Badan Narkotika Nasional (BNN) bisa melakukan cara preventif di sekolah. Sehingga bisa menyelesaikan persolan yang ada. “Sekolah juga harus bisa melakukan identifikasi,” katanya pada Memo Timur.

Menurut Thoriq para pelajar bisa terjerumus pada narkoba awalnya karena pergaulan dengan teman-teman disekitarnya. “Karena temannya ya itu-itu saja sebenanrnya, dan berpotensi melebar,” ungkapnya.

Kemudian yang paling sering ditemui adalah banyaknya pelajar yang mengkonsumsi minuman keras oplosan. Bahkan Ia telah membuat kebijakan agar selain apotek, dilarang menjual alkohol. Karena kerap disalahgunaan. “Tidak boleh dijual bebas,” jelasnya.

Sementara melalui Sat Resnarkoba Polres Lumajang dalam satu setengah bulan, belakangan ini sudah berhasil mengungkap 30 lebih kasus. Kapolres Lumajang AKBP M. Arsal Sahban mengatakan pihaknya juga terus melakukan upaya untuk memberantas peredaran narkoba.

Meksi begitu Ia menyebut, soal nakoba belum menjadi fokus utamanya dalam menjalankan tugas di Lumajang. Seperti diketahui, fokus utama kapolres adalah menyelesaiakan masalah begal, pencurian ternak, dan konflik tambang pasir.

“Karena disini ungkapnya juga kecil-kecil. Saya di Kasubid 2 Narkoba Polda Metro bisa sampai 3 kilogram,” katanya.

Kemudian soal peralatan di Lumajang untuk membongkar jaringan juga masih terbatas. Sehingga untuk nangkap bandar tentunya ada kesulitan, tidak mudah seperti dirinya saat bertugas di Polda Metro.

“Karena kita ingin nangkap bandarnya, harus di analisis, dipetakan, siapa pemilik barangnya, pengantarnya. Ketika itu tergambar, sehingga nunggu momen transaksi kita tangkap,” pungkasnya. (cho/fit)