Gucialit Rawan Kekeringan, Sumber Mata Air Diselamatkan

Lumajang, Motim - Saat musim kemarau, desa-desa di Kecamatan Gucialit rawan kekeringan. Salah satu penyebabnya adalah sumber mata air di sana yang sudah tidak berfungsi maksimal lagi. Untuk itu, penyelamatan mata air dilakukan.
Reboisasi di Sumber Mata Air Kedung Nyonya
Reboisasi di Sumber Mata Air Kedung Nyonya
Reboisasi dilakukan di sumber Mata Air Kedung Nyonya, Desa Jeruk, Kecamatan Gucialit, Rabu (20/2). Acara reboisasi ini bekerja sama dengan Dinas Kehutanan Provinsi Jawa Timur dan Asosiasi KPSPAMS Tirtosani.

Ketua Asosiasi KPSPAMS Tirtosani, Sukirno menyampaikan saat musim kemarau, ada beberapa desa di Kecamatan Gucialit mengalami kekurangan air. Maka dari itu, asosiasi berusaha menyelamatkan sumber mata air dalam waktu jangka panjang, yakni reboisasi di Desa Jeruk.

Ia berharap dengan kegiatan ini sumber mata air terselamatkan. “Sehingga saat musim kemarau, persediaan mata air bisa didistribusikan ke beberapa desa sekitar bahkan beberapa kecamatan yang mengalami kekeringan,” katanya.

Dalam kesempatan yang sama, Kepala Desa Jeruk, Atmo mengatakan bahwa sumber mata air di desa Jeruk biasanya didistribusikan ke desa sekitar, yakni desa Bandaran, Dadapan, dan Kedawung.

Wakil Bupati Lumajang, Indah Amperawati hadir dalam kesempatan ini untuk memimpin aksi penanaman bibit pohon itu. Adapun bibit pohon yang ditanam, diantaranya pohon asem, pohon moris, dan pohon bambu.

Indah menjelaskan bahwa selain pemerintah, masyarakat juga lebih inisiatif dan aktif terhadap lingkungan. “Pemerintah tidak bisa melakukan apa-apa, tanpa ada respon dan kepedulian lingkungan dari masyarakat,” ujarnya. (fit)