Jika Terbukti Melanggar SOP, Panitia Pacuan Kuda Wotgalih Terancam 5 Tahun Penjara

Lumajang, Motim - Polres Lumajang terus mendalami soal Standar Operasional Prosedur (SOP) dalam perlombaan pacuan kuda di Desa Wotgalih Kecamatan Yosowilangun. Jika ada pelanggaran terhadap SOP, ada ancaman berat yang aka di jatuhkan pada panitia.
Rekonstruksi di arena pacuan kuda. (fit)
“Ancaman 5 tahun penjara,” kata Kasat Reskrim AKP Hasran, SH, MH, Selasa (19/2). Karena dalam kasus ini, ada dugaan pelanggaran Pasal 359 KUHP tentang kelalaian yang menyebabkan hilangnya nyawa seseorang.

Lanjutnya, penyelidikan dilakukan dengan memeriksa saksi-saksi untuk dimintai keterangan. Utamanya orang-orang yang memberikan keterangan soal SOP. “Apakah sudah sesuai dengan SOP atau belum,” ujarnya.

Pihaknya juga akan meminta keterangan dari Pengurus Persatuan Olahraga Berkuda Seluruh Indonesia (Pordasi) Jawa Timur. “Dari Pordasi Jatim nanti terkait kepanitiaan,” ucap AKP Hasran.

Meksipun kegiatan itu sudah mendapat izin dari kepolisian, Ia menegaskan, panitia juga harus tetap mematuhi SOP yang ada. Karena itu kewajiban. Seperti menyediakan ambulans dan dokter. “Faktanya tidak ada,” tegasnya.

Dalam penyelidikan ini, Polres Lumajang akan menentukan siapa yang akan bertanggungjawab dalam insiden tewasnya anak berusia 7 tahun itu. Maghda Agil Benzema tewas tertabrak kuda saat menonton lomba di arena pacuan kuda di pesisir pantai Desa Wotgalih.

Dalam minggu ini sudah ada sejumlah saksi yang telah diperiksa. Awalnya 3 orang diperiksa, kemudian ada 8 orang lagi diperiksa. Jadi total ada 11 orang. “Termasuk dari Ketua Pordasi Jawa Timur,” ucapnya.

Pihak kepolisian memberikan izin penyelenggaraan lomba karena persyaratan yang diajukan sudah lengkap. Bahkan lokasi arena pacuan kuda itu juga tidak ada masalah. Disebut, lokasi itu berada di kawasan wisata Pantai Wotgalih milik desa setempat.

“Sudah ada tandatangan dari kepala desa. Sudah ada lampirannya. Surat keterangan dari desa Menurut desa itu aksesnya desa,” pungkasnya.

Namun ada sumber lain menyebut, jika arena pacuan kuda itu berdiri di kawasan Perhutani. Tetapi menurut pihak Perhutani Lumajang, lahan itu sudah diserahkan ke TNI-AU. “Sudah diserahkan ke TNI-AU,” kata Waka Adm Perhutani SKPH Lumajang KPH Probolingu, Yus Yaser saat dikonfirmasi Memo Timur.

Meski sudah ada penyerahan lahan itu, namun tidak ada penyerahan secara resmi. Selanjutnya Ia juga tidak tahu menahu soal lahan itu yang kemudian dijadikan arena pacuan kuda. “Kita tidak tahu-menahu karena sudah diserahkan,” pungkasnya. (cho/fit)