Diberdayakan oleh Blogger.

Head Line News

Peristiwa

Politik

Pemerintahan

Kriminal

Pendidikan

Lumajang, Motim - Lomba pacuan kuda di Desa Wotgalih Kecamatan Yosowilangun nampaknya terlepas dari monitor Komite Olahraga Nasional Indoseia (KONI) Lumajang. Karena pihak KONI mengaku tidak menerima surat pemberitahuan adanya lomba itu.

Arena pacuan kuda di Desa Wotgalih
Arena pacuan kuda di Desa Wotgalih
Pacuan kuda di pesisir pantai itu seharusnya digelar pada 8-10 Februari 2019. Namun di hari terakhir atau final tidak digelar. Karena ada insiden tewasnya anak kecil usai ditabrak kuda peserta di hari kedua.

Padahal, sebagai induk organisasi olahraga tertinggi di Lumajang, harusnya KONI menerima pemberitahuan tentang lomba yang digelar. "Biasanya kalau ada event olahraga, kita dikasih surat tembusan," kata Ketua KONI Lumajang, Ngateman pada Memo Timur.

Bahkan Ngateman mengaku tidak tahu siapa penyelenggara lomba pacuan kuda itu. Apakah digelar oleh Persatuan Olahraga Berkuda Indonesia (Pordasi) Lumajang atau ada panitia lain. "Kalau Pordasi ada dibawah naungan KONI," katanya.

Ia mencontohkan even olahraga dari cabang olahraga lain. Misalnya ada lomba bola voli yang digelar di desa. Panitia akan melayangkan surat pada PBVSI (Persatuan Bola Voli Seluruh Indonesia) Lumajang.

"Setelah itu ditembuskan ke kita surat pemberitahuannya," ujar Ngateman. Hal itu juga berlaku pada cabor lainnya. Contoh lain, ada turnamen sepakbola tarkam di desa juga tetap menyampaikan pemberitahuan.

Sementara dari informasi yang didapat Memo Timur di lapangan, lomba pacuan kuda di Desa Wotgalih digelar oleh Pordasi. Sementara Ketua Ketua Pordasi Lumajang H. Siswanto masih belum bisa dikonfirmasi.

Insiden tewasnya anak berusia 7 tahun, Maghda Agil Benzema sendiri sudah ditangani kepolisian. Laporan ayah korban, Usman Rofi'i atau Cong Ibra, resmi di terima Polres Lumajang. KapolresAKBP M. Arsal Sahban menyebut, pihaknya melibatkan 15 saksi dalam kasus ini. (fit)

«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar: