Lima Bulan Memimpin, Thoriq-Indah ‘Banjir’ Kritik

Lumajang, Motim - Sudah 5 bulan memimpin, Bupati dan Wakil Bupati Thoriqul Haq–Indah Amperawati memang telah berbuat banyak untuk Lumajang. Ada sejumlah perubahan dibandingkan pemerintahan sebelumnya. Tapi itu belum cukup. Masyarakat minta lebih dari itu. Kritik pun terus membanjiri keduanya.
Diskusi Publik: Membedah 5 Bulan Pemeritahan Cak Thoriq – Bunda Indah
Diskusi Publik: Membedah 5 Bulan Pemeritahan Cak Thoriq – Bunda Indah
Kritik itu juga didengar langsung oleh keduanya dalam acara Diskusi Publik: Membedah 5 Bulan Pemeritahan Cak Thoriq–Bunda Indah di Pendopo Arya Wiraraja, Kamis (7/2) pagi. Bukan hanya masyarakat, pakar pemerintahan dan wakil rakyat juga turut melancarkan kritikan.

Seperti yang disampaikan oleh salah satu pelajar. Ia mengeluhkan anggaran operasional sekolah yang belum cair. Padahal sudah memasuki Februari. Karena Pemkab sudah berjanji untuk memberikan bantuan operasional. Agar siswa/siswi tidak perlu lagi membayar SPP.

“Karena Saya juga sebagai Ketua OSIS, ada sejumlah acara yang akan digelar di sekolah. Namun tidak bisa jalan, karena tidak ada anggarannya. Sedangkan sekolah juga tidak boleh melakukan pungutan pada siswa,” ungkapnya.

Kemudian Ia juga menyayangkan program angkutan sekolah gratis yang tidak merata. Karena saat ini angkot gratis hanya dinikmati pelajar di kawasan kota. Sedangkan bus sekolah gratis dinikmati pelajar yang berada di jalur Kunir–Lumajang dan Rowokangkung–Lumajang.

“Yang dari Ranuyoso tidak ada. Padahal kita juga butuh. Rumah Saya di Klakah,” katanya dalam acara yang digelar oleh Forum Komunikasi Wartawan Lumajang (FKWL) berkerjasama dengan Pemkab Lumajang dalam rangka Hari Pers Nasional (HPN) 2019.

Tidak hanya itu, pelajar salah satu SMAN itu juga menyayangkan jalan yang rusak di sepanjang Ranuyoso–Lumajang. Meskipun itu jalur provinsi ataupun nasional, Pemkab juga seharusnya bisa melakukan upaya agar bisa diperbaiki.

“Kasihan kemarin ada ibu-ibu yang jatuh karena ada lubang,” katanya.

Ia menambahkan, Pendapatan Asli Daerah (PAD) Lumajang dari pajak pasir tidak maksimal. Lantaran banyak sopir truk pasir yang nakal. Mereka tidak melewati portal yang telah disediakan oleh Pemkab. Sehingga kebocoran masih terjadi.

“Sopir-sopir ini lewat jalur tikus, jadi tidak lewat portal,” katanya.

Perwakilan dari jurnalis, Ahmadi menyoroti maraknya pencurian sapi di Lumajang. Apalgi hal itu sudah menjadi masalah klasik yang belum juga terselesaikan. Ia meminta, seharusnya asuransi ternak bisa dimaksimalkan.

“Karena jika mengandalkan polisi, jumlahnya juga terbatas. Warga yang kehilangan kadang juga takut untuk melapor. Kalau ada asuransi mungkin mereka berani melapor,” terangnya.

Menanggapi itu, Bupati Thoriq menegaskan untuk bantuan operasional sekolah dalam waktu dekat akan segera dicairkan. Saat ini masih proses. Karena bukan hanya untuk SMA dan sederajat. Namun juga untuk SD juga SMP dan sederajat.

“Untuk Program SPP Gratis ini kita menganggarkan Rp 35 miliar. Dalam waktu dekat akan cair. Dikirim ke rekening masing-masing komite sekolah,” ujarnya.

Indah menambahkan, untuk angkutan pelajar gratis sudah menjadi evaluasi. Ada rencana untuk memperluas wilayah dalam program itu. Sedangkan soal ternak, saat ini memang sedikit pemilik ternak yang ikut asuransi. Namun sosialisasi terus digencarkan. Untuk membangkitkan kesadaran masyarakat.

“Karena pemahaman masyarakat kita soal asuransi ternak masih rendah,” tegasnya. (fit)