Matsari, Warga Jatirejo Dibondet OTD di Dekat Rumahnya

Lumajang, Motim - Dilempar bondet orang tak dikenal (OTD), Matsari (44), warga Dusun Jati Agung, Desa Jatirejo, Kecamatan Kunir, mengalami luka robek ditangan sebelah kanan juga pada bagian tubuhnya. Kini, korban masih menjalani rawat inap di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr. Haryoto Lumajang.
Kondisi korban pelemparan bondet (cho)
Kapolsek Kunir AKP H. Kuzaini, SH saat dikonfirmasi Memo Timur menjelaskan, peristiwa yang menimpa Matsari terjadi pada Rabu (27/2) sekira pukul 19.30 Wib di jalan Dusun Jati Agung, Desa Jatirejo, tak jauh dari rumahnya.

Malam itu korban berpamitan pada menantunya untuk pergi ke H. Ngatrum, korban terus mengambil sepeda motor yamaha Yupiter Nopol N 3456 CCC kemudian pergi. Baru berjalan sekitar 50 meter, tiba-tiba ada benda jatuh mengenai tangan korban lalu meledak.

“Apakah benda itu dilempar orang tak dikenal dari arah depan atau samping, masih kami selidiki Mas,”kata Kapolsek Kunir.

Suara ledakan itu membuat beberapa jamaah tahlil di rumah salah satu warga yang letaknya berdekatan dengan lokasi ledakan, keluar kejalan dan mendapati korban dalam kondisi luka penuh darah.

Warga pun terus mendatangi korban kemudian membawa ke rumahnya. Karena kondisinya mengkhawatirkan, oleh keluarganya dibantu warga terus dilarikan ke Puskesmas Kunir menggunakan kendaraan H. Ngatrum, berharap luka yang dilami korban segera mendapat perawatan medis.

Karena luka yang dialami korban tergolong serius, usai mendapat perawatan sementara, korban terus dirujuk ke RSUD dr. Haryoto Lumajang. Malam itu, kondisi korban sadar. Tapi, belum bisa diajak berkomunikasi. “Belum bisa diajakan bicara Mas,”ucapnya.

Menurut keterangan keluarganya, sebelum meninggalkan rumahnya, korban terlihat berkomunikasi dengan seseorang melalui Handphonnya. Korban diketahui keluarganya kerap keluar malam dan pulang pagi.

Informasinya, korban juga menjadi tim sukses dari anak H. Ngatrum yang akan mencalonkan sebagai Kepala Desa (Kades) periode mendatang dan kejadian ini belum dilaporkan secara resmi oleh keluarga korban.

Meski begitu, pihaknya tetap akan melakukan penyelidikan hingga pengungkapan.”Apa motifnya, masih kami selidiki,”tegas Kuzaini. (cho)