Memet, Pelukis Pensil yang Sudah Terima Pesanan dari Luar Negeri

Lumajang, Motim - Namanya Muhammad Faishol Risal Memet. Ia biasa dipanggil Memet. Seorang seniman lukis pensil asal Lumajang. Dirinya sudah banyak menerima pesanan bukan hanya dari Lumajang saja. Namun juga luar daerah, bahkan dari luar negeri.
Mamet dan salah satu hasil karyanya
Memet dan salah satu hasil karyanya
Tetapi siapa sangka, pria kelahiran 1977 itu bakatnya terasah secara otodidak. Karena sejak kecil Ia sudah senang menggambar. Ia kerap meraih juara lomba menggambar saat duduk di bangku sekolah. “Diantaranya juara lomba kaligrafi,” katanya pada Memo Timur, Jumat (8/2).

Lulus dari SMA Negeri 3 Lumajang, Ia tidak melanjutkan ke perguruan tinggi. Meskipun sebenarnya ada keinginannya untuk mendalami ilmu seni. Tapi karena keluarga tak mengizinkan, akhirnya Memet terus mengembangkan bakat yang dimilikinya secara otodidak.

Sebelum dikenal sebagai pelukis pensil, Ia awalnya menggeluti seni ukir gabus sejak 2003. Tetapi seiring perjalanan, Ia justru lebih banyak menerima pesanan lukisan pensil. Khususnya untuk melukis wajah seseorang.

“Sekitar 3 tahun ini, banyak pesanan lukisan wajah,” katanya.

Untuk mengasah bakatnya ini, Ia juga membaur dengan seniman dari berbagai daerah. Khususnya seniman yang ada di Yogyakarta. Hasilnya, kini namanya sudah banyak dikenal karena karya-karya yang telah Ia hasilkan.

“Selain dari Lumajang, saya sudah menerima pesanan dari luar daerah. Seperti Yogyakarta, Jember. Dari luar negeri juga, seperti Turki, Peru, dan China. Biasanya yang pesan untuk kado atau kenang-kenanagan,” katanya.

Memet tidak memasang harga yang mahal atas karyanya bagi pemesan asal Lumajang. Hanya sekitar Rp 100 ribu untuk ukuran 10R. Jika dibandingkan di daerah lainnya, tentu sangat jauh perbedaannya. “Di Yogyakarta harganya sudah bisa jutaan,” kata pria asal Kawasan Gambiran ini.

Untuk menyelesaikan satu pesanan, Ia bisa membutuhkan waktu 3 sampai 7 hari. Karena menurutnya mengerjakan karya seni tidak bisa ditentukan waktunya. “Sebenarnya bisa satu hari, tapi rata-rata tiga hari,” jelasnya.

Memet juga punya impian besar. Yakni membentuk komunitas di Lumajang. Agar seniman lukis atau gambar di Lumajang bisa lebih berkembang lagi. Saat ini sudah ada sejumlah seniman yang sudah tergabung bersama dirinya.

“Selain seni lukis pensil, ada yang hiperalis, hingga kartun,” pungkasnya. (fit)