Memo Timur Lumajang Bantu Warga Miskin di bawah Gunung Tambu

Lumajang, Motim - Memo Timur Lumajang kembali melakukan aksi sosial. Kali ini redaksi memberikan bantuan untuk keluarga yang tidak mampu di Desa/Kecamatan Pasirian. Sebuah keluarga yang tinggal di bawah Gunung Tambu, jauh dari pemukiman.
Memo Timur berikan bantuan
Memo Timur berikan bantuan
Di rumah itu tinggal sorang ibu bernama Atik Wulandari, bersama 2 orang anaknya. Ia adalah janda ditinggal mati suaminya. Sehingga harus merawat kedua anaknya seorang diri. Termasuk untuk biaya sekolah.

Bantuan telah diberikan redaksi Memo Timur Biro Lumajang, Sabtu (16/2) siang. Bantuan yang diserahkan berupa uang tunai dan sembako untuk kenbutuhan sehari-hari. Untuk sembako yang diberikan, diantaranya berupa mie instan 1 kardus, minyak goreng 6 liter, dan 3 sak beras 5 kilogram.

“Semoga bisa membantu yang bersangkutan,” kata Mujibul Choir.

Kondisi keluarga tersebut sangat memprihatinkan. Karena Atik bersama anaknya tinggal di rumah yang tidak layak di Desa/Kecamatan Pasarian. “Bahkan rumah yang ditempatinya itu, berdiri di atas tanah bukan miliknya. Yakni berada di tanah kas desa,” ucapnya.


Masih di Desa yang sama, Memo Timur juga membantu keluarga tidak mampu lainnya. Ada tiga kepala keluarga yang tinggal serumah. Rumah itu tidak layak dan lingkungannya terkesan kumuh..

Salahsatu kepala keluarga disana bernama Sugeng. Ia yang menerima bantuan dari Memo Timur. Uang tuani dan paket sembako. Diantaranya, mie instan, minyak goreng, dan 3 sak beras 5 kilogram.

Sebelumnya Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Lumajang dan Bagian Administrasi Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Pemkab Lumajang sudah mengunjungi mereka. Untuk melakukan survey dan memberikan bantuan kemudian.

Kepala Bagian Administrasi Kesra Pemkab Lumajang, Iskandar, SP menyampaikan, sebelumnya pihaknya selalu menyalurkan bantuan untuk dua keluarga tersebut. Dari dana bantuan yang terkumpul para Aparatur Sipil Negara (ASN).
Memo Timur berikan bantuan
Memo Timur berikan bantuan
“Dulu kita bantu lewat Program Koin Peduli. Kita kumpulkan receh dari teman-teman,” ucapnya.

Karena pihak keluarga saat ini lebih membutuhkan biaya yang lebih besar lagi, maka Kesra kemudian merekomendasikan ke Baznas. “Ada anak-anak yang sudah sekolah dan membutuhkan biaya,” ucapnya.

Setelah disempaikan ke Baznas, survey dilakukan dan akhirnya bantuan bisa diberikan kepada keluarga tersebut. “Menurut Baznas, kondisi keluarga tersebut sudah benar-benar sangat miskin. Jadi sangat butuh bantuan,” jelasnya.

Selain itu, pihaknya juga meminta kepada pihak kecamatan untuk ikut serta memberikan bantuan. “Khusunya membantu dalam pelaksanaan bedah rumah, agar bisa cepat selesai,” pungkasnya. (cho/fit)