Olah TKP, Diduga Pelaku Teror Gunakan Ketapel Pecahkan Kaca

Lumajang, Motim - Dalam sepekan terakhir ini, aksi teror pecah kaca empat kali terjadi di wilayah kecamatan Pasirian, 2 kios bensin, 1 rumah dan 1 mobil yang tengah diparkir. Aksi teror ini hingga saat ini masih dalam penyelidikan Satuan Reserse Kriminal Polres Lumajang.
Kapolres saat pimpin proses olah TKP
Kapolres saat pimpin proses olah TKP
Kondisi itu membuat warga resah, khawatir aksi ini terus terjadi. Warga meminta aparat kepolisian segera menangkap pelakunya dan diadili sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku.

“Kami mohon polisi segera menangkap pelakunya. Agar kejadian tidak terulang lagi, warga sendiri tidak dihantui oleh kejadian itu,” kata Hanafi, warga setempat kepada sejumlah media.

Kasat Reskrim Polres Lumajang, AKP Hasran, SH, M.Hum kepada sejumlah media menyampaikan begitu mendapat ada teror pecah kaca, Tim Cobra Sat Reskrim terus mendatangi lokasi. Selain untuk melakukan proses olah Tempat Kejadian Perkara juga untuk mengumpulkan keterangan baik dari korban maupun warga.

Dari hasil olah TKP, pihaknya mengamankan beberapa batu dari sekitar lokasi kejadian yang diduga digunakan orang tak dikenal saat melakukan aksinya.

“Apakah ini aksi teror atau hanya iseng, masih dalam penyelidikan Tim Cobra Sat Reskrim. Kalau kejadiannya Jum'at (15/2) kemarin di 4 titik Mas,” terang Hasran.

Kapolres Lumajang, AKBP DR. Muhamad Arsal Sahban, SH, SIK, MM, MH usai melakukan rekonstruksi pada Sabtu (16/2) kepada sejumlah media menegaskan pecahnya kaca bukan disebabkan karena tembakan atau peluru.

Dari hasil rekonstruksi diketahui bahwa gorden di balik kaca yang pecah tidak bolong juga tidak ada tanda-tanda rusak juga tidak ditemukan selongsong peluru.

“Prediksi kami, pecahnya kaca yang kini pelaku masih diburu oleh Tim Cobra menggunakan ketapel atau batu dilempar,” ungkap Arsal.(cho)