Diberdayakan oleh Blogger.

Head Line News

Peristiwa

Politik

Pemerintahan

Kriminal

Pendidikan

Lumajang, Motim - Kasus kematian anak kecil dalam lomba pacuan kuda belum ada tanggungjawab dari pihak panitia. Keluarga pun melapor pada kepolisian. Mereka minta agar panitia bertanggungjawab atas kematian Maghda Agil Benzema.

Keluarga korban melapor ke Polres Lumajang
Keluarga korban melapor ke Polres Lumajang
Orangtua Agil bersama sejumlah kerabat datang ke Polres Lumajang, Senin (11/2) pagi. Ia ingin pihak kepolisiam menangani kasus ini. Karena Ia kecewa pihak panitia yang belum bertanggungjawab atas kematian anaknya yang masih berusia 7 tahun.

Lanjutnya, arena lomba pacuan kuda di pesisir Desa Wotgalih, Kecamatan Yosowilangun itu tidak memenuhi standar. Pasalnya tidak dilengkapi dengan sarana dan prasarana lomba yang memadai. Terutama pagar pembatas penonton.

“Pagarnya hanya dari bambu dan tali rafia,” kata Usman, ayah korban saat ditemui wartawan di Polres Lumajang, Senin (11/2).

Lanjutnya, sebelum kematian anaknya, di hari pertama perlombaan sudah ada kuda yang keluar lintasan pula. Kuda menabrak anak kecil juga yang berada di pagar pembatas sisi luar. Namun beruntung, meski luka serius anak itu tidak sampai kehilangan nyawa seperti anaknya.

“Di sana juga tidak ada tenaga medis. Ketika anak saya tertabrak kuda itu, harus mendatangkan ambulance. Kita bawa ke puskesmas dan rumah sakit,” ungkapnya.

Setelah kasus kematian anaknya, akhirnya di hari terakhir atau final perlombaan ditiadakan. Final seharusnya digelar di hari Minggu (10/2). Namun karena telah menelan korban jiwa, akhirnya diputuskan, final tidak digelar.

“Sampai hari ini belum ada panitia yang datang ke rumah untuk pertanggungjawaban,” ujar ayah korban, yang biasa dipanggil Ibra itu. Ia pun berharap, pihak kepolisian segera menangani kasus kematian anaknya.

Usman datang bersama dengan sejumlah sanak famili ke Polres sekitar pukul 10.30 WIB. Ia pertama kali melapor ke Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu. Kemudian diarahkan ke Sat Reskim. Di sana ada KBO Reskrim, Iptu Hariyanto yang menemui.

Seperti diberitakan sebelumnya, lomba pacuan kuda itu berujung maut. Salah satu joki tidak bisa mengendalikan kudanya. Sehingga mengarah ke luar lintasan dan menabrak anak kecil yang berada di pagar pembatas.

Seperti diketahui, antusiasme masyarakat untuk melihat gelaran lomba tersebut sangatlah tinggi. Mereka memadati seputar lintasan. Agil yang juga berada di sana, kena tabrak kuda tersebut langsung terluka.

Ia kemudian dibawa ke Puskesmas Yosowilangun kemudian dirujuk ke RSU Dr. Haryoto Lumajang. Meksi sudah menjalani perawatan, nyawa korban tidak terlolong. Ia menghembuskan nafas terakhir di rumah sakit karena pembekuan darah yang ada di sekitar dadanya. (cho/fit)

«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar: