Perubahan Sistem Pembagian Kursi Pileg, Tantangan bagi KPU

Lumajang, Motim - Sistem pembagian kursi hasil perolehan suara legislatif dalam Pemilihan Umum (Pemilu) 2019 mendatang ada perubahan dari gelaran Pemilu sebelumnya. Perubahan ini menjadi tantangan bagi Komisi Pemilihan Umum (KPU). 
Perubahan Sistem Pembagian Kursi Pileg, Tantangan bagi KPU. (*)
“Sistem pemungutan suara Pemilu tahun ini juga berbeda dengan sistem kemarin. Kalau tahun sebelumnya menggunakan metode BPP (Bilangan Pembagi Pemilih). Kalau sekarang, kita menggunakan sistem Sainte Lague,” kata Divisi Teknis Penyelenggaraan Yusuf Adi Pamungkas.

Sainte Lague adalah metode yang diperkenalkan oleh seorang matematikawan asal Perancis bernama Andre Sainte Lague pada tahun 1910. Regulasi ini disahkan dengan menggabungkan tiga undang-undang pemilu.

Demi menghadapi tantangan itu, KPU pun menggelar sosialisasi ‘Penyampaian Informasi Sistem Pembagian Kursi Perolehan Suara Legislatif Pemilu 2019’ di Hall Galaxy Klapan Lumajang, Rabu (27/2).

Untuk itu Ia menyampaikan, keahlian penyelenggara seperti KPPS harus terus ditingkatkan. Diantaranya mengenai keterbukaan, kecepatan, akurasi data hasil Pemilu. Itulah tugas berat dan tantangan yang harus diemban.

Yusuf berharap agar Pemilu yang digelar pada 17 April depan ini bisa berjalan dengan lancar dan kondusif. Selain itu, Ia menargetkan hasil perhitungan surat suara bisa selesai dalam waktu singkat.

“Harapannya, hasil resmi pemungutan surat suara dari KPU Kabupaten bisa disampaikan secara cepat dan transparan. Kami menargetkan semua selesai dalam waktu 3 hari,” tegas Yusuf. Acara ini diikuit camat, perwakilan partai politik, dan dinas terkait. (*/fit)