Polisi akan Minta Keterangan Bupati terkait Pacuan Kuda Wotgalih

Lumajang, Motim - Kasus kematian anak kecil di arena pacuan kuda Desa Wotgalih, Kecamatan Yosowilangun terus didalami oleh pihak kepolisian. Setelah memeriksa sejumlah saksi, nampaknya nanti ada sejumlah orang berpengaruh yang akan ikut dimintai keterangan oleh Polres Lumajang.
Rekonstruksi di arena pacuan kuda
Rekonstruksi di arena pacuan kuda
Kasat Reskrim Polres Lumajang, AKP Hasran SH, M. Hum menyampaikan, salah satu orang yang akan dimintai keterangan itu adalah Bupati Thoriqul Haq. Ia menyebut bupati telah memberikan rekomendasi atas lomba pacuan kuda itu.

“Terpaksa kami lakukan semata untuk kepentingan penyidikan,” ungkapnya, Minggu (24/2).

Saat ditanya kapan, kemungkinan akan memanggil bupati, AKP Hasran masih belum bisa memastikan. Karena saat ini pihaknya masih fokus memeriksa saksi-saksi dari pihak panitia maupun saksi ahli.

Setelah saksi-saksi itu sudah selesai diperiksa, baru polisi akan meminta keterangan dari bupati dan juga ketua panitia. “Setelah bupati, baru ketua panitia diperiksa mas,” tegasnya saat dikonfirmasi Memo Timur.

Saat ini sudah ada belasan saksi yang telah diperiksa oleh penyidik. Terakhir Hasran menuturkan, ada 2 panitia pacuan kuda yang telah diperiksa. “Sekretaris dan bidan kesehatan sudah kami periksa mas,” katanya saat dihubungi via seluler.

Seperti diketahui, upaya Polres Lumajang ini untuk menentukan siapa yang bertanggungjawab dalam insiden tewasnya Maghda Agil Benzema. Anak berusia 7 tahun itu tewas tertabrak kuda saat menonton pacuan kuda di pesisir pantai Desa Wotgalih, Sabtu (9/2). (cho)