Polisi Periksa Muspika Yosowilangun dan Panitia Pacuan Kuda Wotgalih

Lumajng, Motim - Polres Lumajang secara maraton melakukan pemeriksaan tehadap saksi-saksi dalam kasus tewasnya anak kecil di arena pacuan kuda Desa Wotgalih, Kecamatan Yosowilangun. Kali ini giliran jajaran Musyawarah Pimpinan Kecamatan (Muspika) dan panitia penyelenggara.
Kasat Reskrim Polres Lumajang, AKP Hasran SH M.Hum.
Kasat Reskrim Polres Lumajang, AKP Hasran SH M.Hum.
Informasi dari Satuan Reserse dan Kriminal (Sat Reskrim) Polres Lumajang, Muspika Yosowilangun sudah diperiksa, Kamis (21/2). Baik itu dari camat, kapolsek, dan juga danramil setempat.

Di hari yang sama, panitia penyelenggara juga diperiksa untuk menggali keterangan dari mereka. “Total ada 6 orang yang kami periksa hari ini,” kata Kasat Reskrim Polres Lumajang, AKP Hasran SH M.Hum kepada Memo Timur.

Namun saat ditanya Memo Timur, apakah ketua panitia juga ikut diperiksa, AKP Hasran menegaskan jika masih belum. Ia menyebut, akan menjadwalkan secara tersendiri untuk pemeriksaan ketua panitia. “Untuk ketua panitia akan diperiksa belakangan,” ujarnya.

AKP Hasran juga menegaskan jika pihaknya akan secara maksimal menyelesaikan kasus ini. Bahkan tidak akan ada istilah tebang pilih dalam kasus ini. Proses hukum dilakukan sesuai aturan yang berlaku. “Siapapun, kami tidak tebang pilih,” ungkapnya.

Sebelumnya, Polres Lumajang juga telah memanggil 11 orang saksi untuk dimintai keterangan. Termasuk saksi ahli dari pihak Persatuan Olahraga Berkuda Seluruh Indonesia (Pordasi) Jawa Timur.

Upaya yang dilakukan Polres Lumajang ini untuk menentukan siapa yang bertanggungjawab dalam insiden tewasnya Maghda Agil Benzema. Anak berusia 7 tahun itu tewas tertabrak kuda saat menonton pacuan kuda di pesisir pantai Desa Wotgalih, Sabtu (9/2). (cho)