Diberdayakan oleh Blogger.

Head Line News

Peristiwa

Politik

Pemerintahan

Kriminal

Pendidikan

Korban Tertabrak, Terpental, dan Terinjak

Lumajang, Motim - Pihak kepolisian akhirnya merekonstruksi insiden tewasnya anak kecil dalam lomba pacuan kuda. Kapolres Lumajang, AKBP M. Arsal Sahban memimpin langsung kegiatan itu di tempat kejadian perkara (TKP), Selasa (12/2) pagi.
Polisi melakukan rekonstruksi tewasnya anak kecil dalam pacuan kuda
Polisi melakukan rekonstruksi tewasnya anak kecil dalam pacuan kuda
Di arena pacuan kuda di pesisir Pantai Desa Wotgalih, Kecamatan Yosowilangun digambarkan runtun insiden itu. Bagaimana na'asnya nasib Maghda Agil Benzema, anak berusia 7 tahun yang jadi korban.

Dari rekonstruksi yang dilakukan, dijelaskan awalnya ada 5 kuda yang saling dipacu oleh jokinya. Kemudian di salah satu tikungan, ada kuda peserta dari Kediri yang kehilangan kendali. Kuda itu tidak belok, lurus ke arah penonton.

Kuda itu menabrak pagar pembatas dari bambu yang juga jadi pintu keluar masuk peserta. Tepat di situ, di pagar sisi luar ada Agil. Kuda itupun merusak pagar itu sekaligus menabrak korban secara keras.

Seketika itu, korban yang masih duduk di bangku SD kelas 1 itu terpental sekitar 1 mater. Ia juga terinjak kaki kuda tersebut. Kemudian kuda itu berhenti pas mengangkangi anak itu. Sang nenek, Nayamah yang berada di belakang korban, langsung menggendong korban.

“Langsung saya gendong, saya bawa lari. Minta pertolongan,” kata nenek yang melakukan adegan menolong korban. Ia tidak bisa bercerita banyak saat itu. Masih trauma dengan kejadian tersebut. Nayamah menangis keras. Ia pun kemudian dibawa keluar dari TKP.

Korban mengalami luka di bagian dada dan paha, kemudian dibawa pulang mengunakan motor oleh warga. Karena di sana tidak ada tim medis dan juga ambulan. Sampai di rumah, ayah korban kemudian membawanya ke Puskesmas dengan motor juga.

“Dikasih oksigen, kemudian dibawa ke rumah sakit. Ditangani di sana. Namun akhirnya meninggal dunia,” kata ayah korban, Usman Rofi’i.

Pria yang biasa dipanggil Cong Ibra itupun tidak terima dengan kematian anaknya. Ia meminta pertanggungjawaban dari pihak panitia penyelenggara. Bahkan dirinya sudah mendatangi Polres Lumajang, Senin (11/2) untuk melaporkan kejadian tersebut.

“Saya serahkan pada polisi untuk menangani ini,” ujarnya.

Sementara Kapolres M. Arsal Sahban menyesalkan kejadian tersebut. Karena pagar pembatas yang menurutnya tidak layak. Saat dicek kekuatan pagar dari bambu itu sangat kurang. Dengan kecepatan dan kekuatan kuda, tentunya tidak bisa pagar itu menahan.

Untuk itu hasil rekonstruksi ini, akan menjadi bahan untuk mendalami kasus ini. Pihaknya juga akan melibatkan saksi ahli untuk menilai kelayakan arena pacuan kuda itu. “Apakah ada pelanggaran dalam SOP, kita lihat hasilnya nanti,” ungkapnya.

Lanjutnya, dalam kasus ini pihaknya melibatkan 15 saksi. Temasuk saksi ahli. Selain itu, hasil visum dari pihak rumah sakit juga akan menjadi data tambahan. “Karena ada luka luar, ada lebam di dada dan paha sebelah kiri,” ujarnya. (fit)

«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar: