Semalam 2 Orang Tewas Gantung Diri

Lumajang, Motim - Dwi Aris Tomi (29), warga Dusun Krajan, Desa Mojosari, Kecamatan Sumbersuko, pada Jum'at (8/2), sekira, pukul 20.00 WIB, ditemukan tewas gantung diri di dalam kamar mandinya menggunakan tali rafia yang diikatkan pada lubang angin-angin kamar mandi.
Petugas Identifikasi Sat Reskrim Polres Lumajang saat olah TKP
Petugas Identifikasi Sat Reskrim Polres Lumajang saat olah TKP
“Orang pertama kali menemukan korban tewas gantung diri adalah istrinya Mas,” ucap Kanit Reskrim Polsek Sumbersuko, Ipda Hyudi Frawinto, SH kepada Memo Timur via telepon.

Keterangan istrinya, malam itu sekitar pukul 19.00 WIB, korban masuk ke kamar mandi. Karena hingga pukul 20.00 WIB, tak kunjung keluar, istrinya curiga lalu mengetuk pintu kamar mandi berharap suaminya cepat keluar. Namun, kata dia pintunya terkunci dari dalam.

Hal itu membuat istrinya panik dan bingung lalu mendorong pintu kamar mandi hingga terbuka. Betapa kagetnya dia ketika melihat suaminya gantung diri. Melihat itu, istri korban terus memanggil keluarganya, lalu menurunkan korban berharap nyawanya bisa tertolong.

Setelah diperiksa, ternyata korban sudah tewas. Keluarga korban terus melapor ke Kepala Desa dilanjutkan ke Polsek Sumbersuko. Keluarganya menolak mayat korban dioutopsi, disertai dengan surat pernyataan bermaterai.

“Hasil pemeriksaan oleh petugas Puskesmas Sumbersuko, tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan. Korban nekat gantung diri diduga karena stress,” katanya.

4 jam kemudian orang gantung diri terjadi di wilayah hukum Polsek Pasirian. Korban bernama Satukah (48), warga Dusun Rekesan, Desa Bago, Kecamatan Pasirian. Korban nekat mengakhiri hidupnya gara-gara penyakit yang dideritanya sejak 4 tahun yang lalu tak kunjung sembuh.

Korban ditemukan tewas gantung diri di dalam kamarnya menggunakan kain selendang yang diikatkan pada pegangan pintu kamar. “Yang menemukan korban tewas gantung diri adalah ibu kandungnya,” ungkap Kanit Reskrim Polsek Pasirian, Ipda Wahono.

Sebelum ditemukan tewas, kata keluarganya, siang itu sekitar pukul 14.00 WIB, korban berusaha bunuh diri. Tapi, berhasil digagalkan oleh ibu dan saudaranya. Semenjak kejadian siang itu, ibu dan saudaranya terus mengawasi gerak gerik korban.

Diduga ibu dan saudaranya tertidur, korban terus masuk ke dalam kamarnya dan mengunci pintu kamarnya. Ibu dan saudaranya yang terlelap tidur kaget ketika terbangun melihat pintu kamar korban tertutup. Curiga dan khawatir korban berulah lagi, ibu dan saudaranya mendorong pintu kamar korban dan terbuka melihat korban sudah tidak bernyawa dengan cara gantung diri.

Kejadian ini terus dilaporkan ke Kepala Desa dan Polsek Pasirian. Mayat korban langsung dibawa ke Rumah Sakit Umum Pasirian. “Keluarganya menolak mayat korban dioutopsi,” pungkas Wahono.(cho)