Tak Mampu Bayar Rumah Sakit, Ibu Ini Minta Bantuan Bupati

Lumajang, Motim - Seorang ibu tua datang ke lobi Kantor Bupati, Senin (25/2) pagi. Diketahui, perempuan itu bernama Suci. Ia ingin menemui Bupati Thoriqul Haq. Karena suaminya sedang dirawat di rumah sakit. Akan pulang tapi tidak punya biaya untuk membayar rumah sakit. 
Seorang ibu tua minta ketemu bupati untuk meminta bantuan. (fit) 
Warga Desa Krasak Kecamatan Kedungjajang itu berharap bupati bisa membantu biaya perawatan di RSUD dr. Haryoto. Karena sudah sejak 10 hari yang lalu, suaminya yang bernama Seniman dirawat disana. 

Suaminya menderita sakit di bagian lambung dan paru-paru. Meksipun belum sembuh total, Ia ingin suaminya dibawa pulang. Karena khawatir biaya rumah sakit yang lebih mahal. Pihak rumah sakit sudah menyarankan agar ibu tua itu mencari bantuan.

“Saya disuruh minta bantuan oleh dokter, mangkanya kesini minta bantuan ke bupati,” katanya pada wartawan.

Meksi tergolong warga miskin, Ia mengaku saat ini tidak dapat bantuan apapun dari pemerintah. “Dulu dapat beras miskin sekarang tidak,” katanya. Ia juga tidak terkover BPJS bagi warga miskin yang ditanggung pemerintah.

Namun sayangnya, ibu tersebut tidak bisa ditemui oleh bupati secara langsung. Karena di waktu yang sama, bupati ada kegiatan lain. Namun asisten bupati akan menyampaikan keinginannya pada bupati. Nantinya bupati akan mengeluarkan disposisi bantuan. Jika tidak dari kecamatan, bisa langsung ke RSUD dr. Haryoto.

Ibu tersebut tidak mengetahui berapa total biaya perawatan selama suaminya dirawat di rumah sakit. Karena Ia tidak punya biaya sehingga hanya bilang pada rumah sakit jika tidak bisa bayar. Setelah mendapat penjelasan dari asisten bupati, ibu itu pun pulang dan berterimakasih.

Sekitar setengah jam kemudian, bupati telah selesai rapat dan ditemui wartawan. Menanggapi hal ini, bupati menyampaikan jika sebenarnya ada banyak kasus seperti ini. Ada banyak warga miskin yang tidak bisa membayar biaya rumah sakit.

Ia menegaskan, sebenarnya mereka sudah dikover oleh pemerintah. Namun mereka kurang paham soal adminitrasi. “Jadi nanti kita urus, karena mereka sebenarnya punya BPJS tapi tidak mengerti. Tidak mengerti bagaimana adiministrasinya,” pungkasnya. (fit)