Terima Penghargaan SAKIP, Wabup Mengaku Belum Puas

Lumajang, Motim - Pemerintah Kabupaten Lumajang berhasil meraih Penghargaan Sistem Akuntabilitas Instansi Pemerintah (SAKIP) 2018. Penghargaan itu diterima oleh Wakil Bupati Indah Amperawati, Rabu (6/1) di Banjarmasin. Namun Ia mengaku belum puas dengan hasil penilaian yang didapat oleh Lumajang.
Wabup menerima Penghargaan SAKIP
Wabup menerima Penghargaan SAKIP
Meskipun sebenarnya hasil penilaian SAKIP Lumajang menurutnya mengalami peningkatan dari tahun sebelumnya. Meskipun tidak naik signifikan. Karena Ia ingin hasilnya bisa lebih dari itu.

“SAKIP naik (nilainya), Saya tidak bangga. Harus lebih lagi. SAKIP itu merupakan evaluasi,” katanya.

Acara Penghargaan SAKIP ini dilaksanakan oleh Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan RB RI). Penghargaan diserahkan langsung oleh Menteri Syafruddin. Selain Lumajang, ada daerah lainnya yang menerima penghargaan serupa.

Meski tak puas, wabup menegaskan penghargaan ini bisa menjadi motivasi Aparatur Sipil Negara di Pemkab Lumajang dalam bekerja. Agar bisa lebih baik dalam melayani masyarakat.

“Ini merupakan motivasi teman-teman aparatur pemerintah agar bekerja lebih giat lagi, lebih baik lagi di dalam melayani masyarakat,” ujarnya.

Ia menjelaskan, salah satu indikator penilaian SAKIP adalah keberlanjutan program Pemerintah Kabupaten/Kota dari tahun ke tahun. Oleh karena itu, butuh efisiensi dalam perencanaan, penganggaran dan penggunaan fasilitas sarana dan prasarana pemerintah oleh ASN.

Kebijakan dalam efisiensi di antaranya, Ia melarang ada Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang menggelar rapat di luar kota. “Jadi rapat harus di Lumajang. Tidak boleh sampai di hotel, di luar kota,” ujarnya.

Indah menegaskan, efisiensi akan terus dilakukan berkaitan keuangan daerah, agar bisa lebih hemat dalam penggunaan. Sehingga anggaran lebih banyak untuk belanja bagi kepentingan publik.

“Salahsatunya dialokasikan untuk Bantuan Operasional Sekolah Daerah, yang digunakan untuk program SPP gratis maupun program persalinan gratis,” pungkasnya. (fit)