Diberdayakan oleh Blogger.

Head Line News

Peristiwa

Politik

Pemerintahan

Kriminal

Pendidikan

Lumajang, Motim - Baru sekitar 3 bulan mengabdi di Lumajang, Kapolres AKBP M. Arsal Sahban banyak menorehkan prestasi. Sejak tiba pada awal November 2018, Ia langsung tancap gas menciptakan Lumajang aman dan kondusif. Tingkat kepercayaan masyarakat pun begitu tinggi.

Kapolres Lumjang AKBP M. Arsal Sahban
Kapolres Lumjang AKBP M. Arsal Sahban
Tingkat kepercayaan masyarakat pada Polres Lumajang dapat diukur dari hasil survey oleh Markplus Insight. Sebuah survei untuk memotret upaya Polri dalam membangun public trust. Survey dilakukan secara nasional, di 34 Polres yang berada di metropolitan dan megapolitan.

Hasilnya predikat kepercayaan masyarakat pada Polres Lumajang begitu tinggi. Berada di urutan ke-3 dengan nilai 98,33. Selisih tipis dengan 2 Polres di atasnya. Yakni Polres Mojokerto dan Jepara.

Selain itu, Markplus Insight juga melakukan survey terhadap tingkat kepuasan masyarakat pada Polres tersebut. Hasilnya, Polres Lumajang berada di urutan ke-5 dengan nilai 91,48. Di bawah Polres Mojokerto, Tuban, Brebes, dan Garut.

AKBP M. Arsal Sahban mengatakan, hasil ini tidak lepas dari kinerja Polres Lumajang yang tegas memberantas pelaku kriminalitas. Tak sampai 3 bulan, di bawah komandonya berhasil menangkap 15 pelaku kejahatan yang terpaksa dilumpuhkan. Karena melawan petugas.

“Ada puluhan kasus yang sudah diungkap dalam kurun waktu kurang dari 3 bulan. Sehingga mendapatkan apresiasi yang luar biasa dari masyarakat Lumajang,” katanya, Minggu (9/2).

Kinerja maksimal Polres Lumajang juga didukung adanya tim khusus yang dibentuk. Tim Cobra yang maksimal menangkap pelaku kriminalitas. Sementara Tim Pemburu Begal mempersempit ruang gerak pelaku begal.

“Ada juga Satgas Siaga Bencana yang siap menanggulangi kejadian bencana alam dimana saja di wilayah Lumajang,” ujarnya.

Tak hanya itu, saat ini sudah ada Satgas Keamanan Desa yang terbentuk di 126 desa. Dengan total 3.870 anggota yang merupakan relawan. “Hal ini membangkitkan kepedulian masyarakat atas keamanan wilayah desa mereka,” katanya.

Satu lagi menurut kapolres, adanya Tim Opsnal Resnarkoba. Tim tersebut sudah sering sekali mengungkap peredaran narkotika di Lumajang. “Serta masih banyak lagi prestasi yang dapat ditorehkan dari Polres Lumajang,” ujar dia.

Lanjutnya, penilaian masyarakat kepada pihaknya tentu menjadi penyemangat untuk melakukan yang terbaik bagi masyarakat. Sejak memimpin di Lumajang, dirinya memiliki 3 fokus persoalan yang akan diselesaikan. Yakni begal, pencurian sapi, dan konflik tambang pasir.

“Begal dan pencurian sapi adalah fear of crime dalam masyarakat. Konflik tambang pasir, adalah konflik horisontal, karena hal ini dapat menyebabkan bunuh-bunuhan,” pungkasnya. (cho/fit)

«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar: