163 Mata Air Mati dan Menyusut

Lumajang, Motim - Kondisi mata air di Lumajang makin hari, nampaknya makin memprihatinkan. Pasalnya diketahui ada banyak mata air yang sudah mati dan terus mengalami penyusutan. Jumlahnya lebih dari 100 mata air.
Penghijauan di Mata Air Trap Sewu
Penghijauan di Mata Air Trap Sewu
Laporan dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Lumajang mencatat, ada 411 mata air di seluruh wilayah Lumajang. Namun dari jumlah itu, ada 163 mata air diantaranya yang kondisinya mati dan mengalami penyusutan.

Untuk itu pada tahun ini, DLH juga fokus melakukan pemulihan kembali mata air yang mati tersebut. Memang tidak bisa semuanya langsung bisa dipulihkan. DLH menargetkan ada 7 mata air yang bisa dipulihkan.

Caranya, dengan melakukan penghijauan di kawasan mata air yang mati itu. Seperti yang sudah dilakukan oleh DLH bersama dengan Bupati Thoriqul Haq serta Forkopimda di Air Terjun Trap Sewu, Desa Bodang, Kecamatan Padang, Rabu (27/3).

“Kita menargetkan penghijauan di kawasan 7 sumber mata air yang mati atau menyusut tersebut,” kata Kepala DLH Lumajang, Yos Sudarso.

Lanjutnya, dari penilaian yang dilakukan, kualitas air yang ada di Lumajang saat ini terindeks 56,4. Meski terbilang di bawah rata-rata atau belum dikategorikan baik, namun angka tersebut masih lebih tinggi dibandingkan nilai kualitas air di Jawa Timur.

“Kategori tersebut masih belum bisa dikatakan baik. Menurutnya, bisa dikategorikan baik, apabila kita tingkatkan menjadi 65,4,” katanya. (fit)