32 Persen Warga Belum Miliki Jamban yang Sehat

Lumajang, Motim - Urusan BAB (Buang Air Besar) nampaknya masih menjadi masalah cukup besar bagi warga Lumajang. Karena hingga saat ini, masih banyak rumah yang belum memiliki akses sanitasi atau jamban yang sehat.
Workshop Peran Serta Stakeholder untuk Mencapai 100 Persen Akses Sanitasi
Workshop Peran Serta Stakeholder untuk Mencapai 100 Persen Akses Sanitasi
Kepala Bidang Fisik dan Prasarana Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda), Retno Wulan menyebut, cakupan akses sanitasi sehat di Lumajang pada 2018 masih di angka 68 persen. Atau 32 persen belum memiliki akses sanitasi maksimal.

“Capaian akses sanitasi itu rendah,” katanya dalam Workshop Peran Serta Stakeholder untuk Mencapai 100 Persen Akses Sanitasi melalui Penyusunan Strategi Pemasaran Sanitasi di Hotel GM, Selasa (19/3), yang digelar oleh USAID IUWASH PLUS.

Jika diprosentase dari jumlah penduduk, ada sekitar 300 ribu jiwa yang setiap hari melakukan BAB di tempat yang tak sehat. Sedangkan dibandingkan tahun sebelumnya, hanya ada peningkatan yang sangat kecil. Karena pada 2017 cakupannya 67 persen. Artinya hanya ada peningkatan 1 persen dalam setahun.

Target dari Pemkab Lumajang, capaian akses sanitasi sehat di Lumajang bisa 100 persen. Tentunya, kata Retno, target itu sangat jauh. Sedangkan anggaran dari Pemkab melalui APBD untuk sanitasi, tidak begitu besar.

Bantuan dari pemerintah untuk pembangunan jamban itu pun, hanya bagi warga miskin. “Dengan anggaran terbatas itu, Kita belum maksimal menyelesaikan masalah sanitasi,” ungkapnya.

Adanya keterbatasan ini, maka Pemkab butuh bantuan dari semua pihak. Diantaranya adanya pendampingan dari USAID. Untuk bisa mencakup warga mampu namun belum bisa membangun akses sanitasi yang sehat.

“Jadi selain OPD, Bumdes, pihak swasta, atau yang lain juga harus membantu,” terangnya.

Retno pun berharap, dengan adanya Perda yang mengatur itu juga bisa mempercepat cakupan sanitasi sehat. Perlu juga adanya sosialisasi pada masyarakat. “Harapan kami, semua tahu pentingnya sanitasi dan mengatasi sanitasi. Sehingga target (100 persen) bisa tercapai,” pungkasnya.

Lumajang sendiri menjadi salah satu dari 7 kabupaten/kota di Jawa Timur yang mendapat pendampingan dari USAID untuk mengatasi sanitasi. (fit)