6 Maling Sapi Tumbang Setelah Kakinya Dibedil

Lumajang, Motim - Aksi pencurian sapi milik Sukir (60), warga Dusun Tabon, Desa Bades, Kecamatan Pasirian, pada Kamis (28/2), sekira pukul 02.00 WIB. bulan lalu, berhasil diungkap oleh Tim Cobra Sat Reskrim Polres Lumajang diback Up oleh Subdit III Jatanras Ditreskrimum Polda Jatim.
Pelaku saat diamankan di Polres Lumajang
Pelaku saat diamankan di Polres Lumajang
Dalam kasus pencurian ini, Tim Cobra meringkus 6 orang pelaku, 5 diantaranya dilumpuhkan dengan timah panas pada salah satu kakinya. Tindakan tegas itu terpaksa dilakukan, karena pada saat hendak ditangkap, mereka berusaha kabur dengan menyerang petugas.

“Lima pelaku terpaksa ditembak kakinya, karena berusaha kabur dan menyerang petugas. 1 pelaku tidak ditembak, karena tidak melakukan perlawanan,” tutur Kasat Reskrim, AKP Hasran, SH, M.Hum kepada Memo Timur, Jum’at (22/3).

Kasat Reskrim juga menyampaikan, sebenarnya komplotan maling sapi itu beranggotakan 9 orang. Tapi, yang berhasil diringkus baru 6 orang, diantaranya Husnan Fauzi (35), warga Dusun Kali Kembar, Desa Selokanyar, Kecamatan Pasirian.

Dalam kasus ini pelaku berperan sebagai orang yang diduga membantu memberikan kesempatan penempatan sapi hasil curian di kandang miliknya. Setelah didalami, dia ini juga terlibat dalam aksi penadahan sepeda motor hasil kejahatan yang kini dalam lidik unit Reskrim Polsek Tempeh.

Dia ditangkap oleh Tim Cobra saat bersembunyi di atas plafon rumah kerabatnya. Meski sudah diberikan tembakan peringatan agar segera menyerahkan diri, namun pelaku tetap berusaha melarikan diri.

Terpaksa Tim Cobra melumpuhkan Husnan Fauzi dengan tembakan pada salah satu kakinya. Pelaku kedua bernama Orep (58), warga yang sama. Orep berperan sebagai orang yang membantu memberikan kesempatan komplotannya untuk mencuri sapi.

“Kedua pelaku ini ditangkap sesaat setelah kejadian di kandangnya ditemukan sapi hasil kejahatan. Status belum pernah dihukum,” tuturnya.

Pelaku ketiga bernama Tingal (49), warga yang sama. Dalam kasus ini Tingal berperan sebagai orang yang turut serta melakukan pencurian sapi dan memasukkan atau menyembunyikan sapi hasil curian tersebut ke kandang yang sudah disiapkan.

Tingal juga terlibat aksi pencurian sepeda motor dan kasus ini masih dalam proses lidik unit Reskrim Polsek Tempeh. Tak hanya itu, Tingal merupakan residivis pencurian dengan kekerasan (Curas) juga pencurian hewan (Curwan). “Dilumpuhkan dengan tembakan pada kakinya Mas,” kata Kasat Reskrim.

Pelaku ke empat adalah Busiri (35), warga Dusun Krajan, Desa Bago, Kecamatan Pasirian. Dalam kasus ini, Busiri berperan sebagai orang yang ikut serta dalam pencurian sapi milik Sukir. Busiri ditangkap di rumahnya dalam kondisi luka patah patah kakinya akibat kecelakaan tunggal saat membawa truck hasil curiannya dari wilayah Kabupaten Jember. “Busiri juga residivis illegal minning,” ucapnya.

Sedang pelaku ke lima bernama Muhamad Andri (25), warga Dusun Rekesan, Desa Bago, Kecamatan Pasirian. Pelaku yang ini berperan ikut serta dalam pencurian sapi milik korban. Dari catatan kepolisian, pelaku ini belum pernah dihukum.

Karena menyerang petugas saat hendak ditangkap, terpaksa tindakan tegas terukur dilakukan pada kaki kirinya. Pelaku terakhir adalah Amiri (25), warga Dusun Keloran, Desa Kaliwungu, Kecamatan Tempeh. Dia tertangkap sesaat setelah kejadian dalam kasus Narkoba.

Amiri dalam kasus ini punya peran mengawasi situasi jalan dari lokasi kejadian hingga ke kandang sapi yang sudah disiapkan. “Sebelumnya Amiri pernah terlibat kasus pencurian dengan pemberatan (Curat) dalam rumah juga pencurian sepeda motor (Curanmor) dan masih didalami lagi,” ungkap Hasran.

Tim Cobra Sat Reskrim Polres Lumajang bersama Subdit III Jatanras Ditrekrimum Polda Jatim kata Hasran, masih memburu ketiga pelaku yang identitasnya sudah dikantongi. Adapun ketiga pelaku berinisial NR, NS dan AH dipastikan tidak lama tergaet.

“Meski sudah ada pengakuan lokasi kejahatan lain, Kasus ini tetap dikembangkan berharap ada banyak TKP lain,” pungkas Kasat Reskrim.(cho)