Bawaslu Lumajang Pantau Medsos, Antisipasi Hoaks dan Kampanye Hitam

Lumajang, Motim - Dunia maya juga tidak boleh luput oleh pengawasan dari Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Lumajang. Kegiatan kampanye di media sosial (medsos) juga terus dipantai. Untuk mengantisipasi adanya hoaks dan kampanye hitam.
Ketua Bawaslu Lumajang, Amin Shobari
Ketua Bawaslu Lumajang, Amin Shobari
Ketua Bawaslu Lumajang, Amin Shobari menjelaskan, memang tidak ada larangan bagi peserta Pemilu untuk melakukan kampanye di medsos. Namun ada batasan-batasan atau atauran yang harus dipatuhi tentunya.

“Untuk di medsos, Saya kira parpol atau caleg punya hak dan boleh untuk kampanye di medsos,” katanya pada wartawan.

Namun tidak boleh, konten kampanye yang disebarkan itu berupa hoaks dan juga kampanye hitam. Karena itu bukan hanya pelanggaran Pemilu, namun sudah melanggar Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE).

“Jika melanggar, hoaks atau kampanye hitam itu kita arahkan ke UU ITE. Polisi yang akan menangani,” ucapnya.

Memang sejauh ini di Lumajang belum ada dugaan pelanggaran hoaks dan kampanye hitam yang ditemukan atau dilaporkan ke Bawaslu. Pihak Bawaslu sendiri, mengaku tidak memiliki tim khusus untuk melakukan pemantauan di medsos.

“Tidak ada, hanya teman-teman (komisioner Bawaslu) sendiri yang lihat-lihat di medsos,” ucapnya.

Ia menambahkan, hingga saat ini juga belum ada laporan yang masuk pada Bawaslu terkait dugaan pelanggaran kampanye di Lumajang. “Laporan belum ada. Kalau informasi masyarakat ke kita ada. Laporan itu membutuhkan barang bukti, saksi, dan sebagainya,” pungkasnya. (fit)