Baznas Salurkan Bantuan untuk Shifa, Bocah Penderita Kelainan Kulit

Lumajang, Motim - Shifa, bocah penderita kelainan kulit masih di rumah sakit. Ia harus menjalani perawatan intensif di RSUD dr. Haryoto. Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Lumajang telah menyalurkan bantuan untuk bocah 9 tahun itu.
Baznas menyalurkan bantuan untuk Shifa
Baznas menyalurkan bantuan untuk Shifa
Pada pekan kemarin, petugas dari Baznas telah menemuinya di rumah sakit. Bantuan yang diberikan kepadanya sebesar Rp 2 juta. Didampingi pihak rumah sakit, uang itu langsung diterima orang tuanya.

“Dari Baznas membantu Rp 2 juta, untuk rawat jalannya,” kata Ketua Baznas Lumajang, H. Atok Hasan Sanusi melalui stafnya, Darwan, Senin (4/3).

Seperti diketahui, untuk biaya rumah sakit sudah ditanggung oleh pemerintah. Shifa sudah cukup lama menjalani perawatan intensif di sana. Hingga saat ini, pihak rumah sakit pun belum bisa memprediksi kapan Ia boleh pulang.

Darwan menjelaskan, kondisi warga Desa Kedungmoro, Kecamatan Kunir sudah sedikit membaik dibandingkan sebelumnya. Saat ditemui petugas Baznas, Ia sudah bisa diajak berkomunikasi dengan baik.

“Sudah bugar kondisinya. Ia juga sudah bisa menggerakkan kaki dan tangannya,” jelasnya. Namun untuk kondisi kulitnya memang masih harus ada perawatan khusus. Meski belum sanggup berjalan, Ia bisa di duduk di atas kasur.

“Memang harus ada kepedulian dari keluarga untuk saling menguatkan,” pungkasnya.

Diberitakan sebelumnya, masih belum diketahui secara pasti apa jenis penyakit yang menyerang kulitnya itu. Dari sekian dokter yang telah memeriksanya, belum ada yang memberikan vonis. Bulan kemarin, kondisinya begitu memprihatinkan.

Ia hanya terbaring lemah dengan ditemani kedua orang tuanya, Ahmad Abdullah dan Ponik. Hampir di sekujur tubuhnya melepuh. Kemudian juga terlihat ada kulitnya mengelupas dan mengering.

Sang Ayah menyampaikan, jika sudah sejak lahir anaknya menderita penyakit langka ini. Upaya yang dilakukannya sudah maksimal. Sudah ada beberapa dokter yang menangani. Bahkan sebelum ini, Shifa sudah dirawat di Rumah Sakit dr. Sutomo Surabaya.

Mereka terbilang dari keluarga yang tidak mampu. Untuk mencukupi kebutuhannya, Sang Ayah berprofesi sebagai petani. Shifa masih kelas 2 di SD Negeri Kedungmoro. Ia seharusnya Kelas 3. Namun karena sering tidak masuk untuk berobat, akhirnya tidak naik kelas.

Kelainan pada kulitnya itu memang sudah sejak lahir. Awalnya ada bintik merah di kakinya seperti digigit nyamuk. Namun bintik merah itu kemudian melebar ke telapak kaki. Kulitnya mengelupas.

Kondisi seperti itu bertahan hingga usia bayi. Sementara untuk pertumbuhan fisik yang lain tetap normal. Hingga Shifa masuk usia anak-anak penyakitnya melebar. Bahkan jika mengkonsumsi makanan tertentu, penyakitnya makin parah. (fit)