Bupati dan Masyaikh Lumajang Deklarasi Dukungan untuk Jokowi - Ma'ruf

Bupati bersama masyaikh deklarasi. (fit)
Lumajang, Motim - Bupati Thoriqul Haq bersama para masyaikh di Lumajang deklarasikan dukungan untuk Joko Widodo (Jokowi) - Ma'ruf Amin, Sabtu (9/3) di Desa Banyuputih Kidul Kecamatan Jatiroto. Mereka siap memenangkan pasangan calon (paslon) presiden dan wakil presiden nomor urut 01.

Deklarasi ini dihadiri puluhan ulama, kyai, dan pengasuh pondok pesantren. Hadir pula Ketua Tim Kampanye Daerah (TKD) Jokowi - Ma'ruf Jawa Timur Irjen Pol. (Purn) Mahfud Arifin.

Mahfud Arifin punya keyakinan jika di Lumajang bisa dimenangkan oleh Jokowi. Target perolehan suara minimal 65 persen bisa tercapai. Apalagi di Lumajang, Jokowi telah memiliki sejarah kemenangan pada Pemilu sebelumnya.

"Pada 2014 di Lumajang menang 55 persen. Itu lumayan," katanya.

Ia menggarisbawahi, sebenarnya Jokowi melawan rivalnya itu hal yang tidak sulit. Namun yang sulit adalah melawan hoaks dan fitnah yang dilancarkan padanya. "Yang bahaya itu fitnah. Bukan hanya Jokowi, tapi KPU dan polisi juga diserang fitnah," tegasnya.

Ia juga yakin, Bupati Thoriqul Haq yang juga sebagai TKD Jatim Korwil Lumajang bisa memenangkan Jokowi. "Target 65 persen, bupati bisa. Lumajang pasti menang," tegasnya.

Sementara bupati menegaskan, dirinya sebagai kader Nahdlatul Ulama (NU) dan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) telah memiliki komitmen untuk kemenangan Jokowi. Sejumlah usaha nyata telah dilakukannya. Diantaranya telah melakukaan konsolidasi dan penguatan potensi suara.

"Jaringan kami koordinasikan. Pemetaan basis per dapil, per komunitas, kami di internal, sangat detail. Potensi kemenangan itu terbuka," jelasnya.

Dirinya juga akan terus bergerak, keliling di Lumajang untuk menguatkan potensi suara Jokowi. Yang paling dekat adalah, Ia akan melakukan deklarasi bersama dengan para kyai langgar (musholah).

"Saya akan bekerja keras. Tanpa lelah, ala santri. Target 65 persen yakin," pungkasnya.

Sementara Gus Nur Kholis yang juga dari TKD Jatim, menegaskan wajib hukumnya bagi NU dan warga Indonesia untuk memiliki Jokowi - Ma'ruf. "Hukumnya fardu ain," tegasnya. Ada sejumlah alasan, kenapa harus pilih petahana.

Diantaranya, menurutnya Jokowi sudah menunjukkan jati dirinya sebagai NU. Ia juga telah menetapkan Hari Santri. Selain itu organisasi yang mebahayakan telah dibubarkan. "NU dan Muhammadiyah diperkuat. Yang lain yang tidak baik dibubarkan seperti HTI (Hizbut Tahrir Indonesia)," katanya. (fit)