Diduga Selingkuh, Oknum Polisi Didenda Semen 300 Sak

AFL dan HTT diamankan warga dan petugas. (cho) 
Lumajang, Motim - Diduga selingkuh dengan HTT istri Slamet warga Dusun Umbulan, Desa Pronojiwo, Kecamatan Pronojiwo, oknum anggota Polsek Pronojiwo berinisial AFL yang diketahui sudah beristeri, diamankan warga, lalu digiring menuju kantor Desa Pronojiwo, untuk disidang adat.

Hasilnya, AFL yang diketahui menjabat sebagai Kasium Polsek Pronojiwo tersebut, dikenakan sanksi adat Desa/Kecamatan Pronojiwo, untuk membayar semen sebanyak 300 sak. Informasinya, sanksi adat itu harus diselesaikan pada Jum’at (1/3).

Kapolsek Pronojiwo Iptu Basuki Rachmat, SH ketika dikonfirmasi sejumlah media membenarkan kejadian tersebut. Namun, kata Kapolsek pihaknya sudah melimpahkan kasus itu ke Polres Lumajang. Sudah ditangani Polres Mas,”ucap Kapolsek Pronojiwo.

Secara terpisah Kasi Propam Polres Lumajang Ipda Wasono Budi juga membenarkan kejadian dugaan tindak asusila yang dilakukan oleh AFL anggota Polsek Pronojiwo tersebut. “Masih dalam penyelidikan dan pendalaman Mas,”katanya via WhatsApp nya.

Informasi yang berhasil dihimpun Memo Timur menyampaikan, pada Kamis (28/2) malam, AFL bertamu ke rumah HTT. Padahal, suami HTT tidak berada di rumah, dia sedang mengirim buah salak ke luar kota. Karena AFL sering bertamu saat suaminya tidak di rumah, warga curiga AFL dengan HTT selingkuh.

Warga berkumpul dan sepakat untuk menggerebeknya. Upaya warga tidak membuahkan hasil, karena saat dilakukan penggerebekan AFL sudah pergi meninggalkan rumah HTT. Tak berputus asa, warga pun beramai-ramai mengejar AFL menggunakan sepeda motor dan berhasil diamankan disekitaran Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) Pronojiwo.

Saat ditanya warga dari mana, AFL mengaku dari rumah HTT. Atas jawaban itu, warga pun terus membawa AFL menuju kantor Desa Pronojiwo untuk disidang adat. Dalam sidang adat itu, HTT juga dihadirkan.

Meski tidak ada pengakuan dari keduanya yang menyatakan bahwa keduanya sedang bercinta atau berzina, tetapi kejadian itu menjadi pukulan bagi keluarga Slamet suami HTT.”Anak saya tidak mau lagi kepada istrinya itu,”kata Sukri ayah Slamet.
Radit salah satu tokoh masyarakat desa setempat, menambahkan sanksi adat masyarakat yang dikenakan kepada AFL berupa semen sebanyak 300 sak wajib dibayar.”Sanksi adat ini bentuk penyelesaian secara kekeluargaan. Soal diproses Propam, itu urusan AFL sendiri,”tambahnya.(cho)