Diberdayakan oleh Blogger.

Head Line News

Peristiwa

Politik

Pemerintahan

Kriminal

Pendidikan

Lumajang, Motim - Ketua Panitia Lomba Pacuan Kuda di Desa Wotgalih, Kecamatan Yosowilangun beberapa waktu lalu, H. Siswanto akhirnya menepati panggilan Polres Lumajang, Rabu (13/3). Ini merupakan pemanggilan kedua, karena sebelumnya Ia mangkir.

H. Siswanto mendatangi Polres
H. Siswanto mendatangi Polres
H. Siswanto datang ke Polres Lumajang didampingi oleh pengacaranya. Seperti diketahui, Ia dipanggil ke Polres karena dalam lomba itu menewaskan Maghda Agil Benzema, anak kecil berusia 7 tahun.

Di sela-sela istirahat pemeriksaannya, wartawan menemuinya. Namun Ia enggan berbicara banyak terkait meteri apa yang dipertanyakan oleh penyidik kepadanya. “Masih belum selesai. Masih dalam pemeriksaan,” kata Ketua Pordasi Lumajang itu.

Ia menambahkan, setelah ada insiden itu, memang akhirnya di hari terakhir lomba atau partai final tidak digelar. Jadi, tidak diketahui juaranya. “Sehingga kita tidak bisa mengirimkan atlet ke Kejurnas,” ucap pria yang akrab dipanggil Abah Sis itu.

Hingga sore hari atau berita ini dinaikkan, proses pemeriksaan oleh penyidik kepadanya masih belum selesai dilakukan. “Masih belum. Masih proses,” kata Kasat Reskrim Polres Lumajang, AKP Hasran, SH, M.Hum melalui Kaur Bin Ops Sat Reskrim, Iptu Hariyanto, SH, MH.

Hingga saat ini polisi belum menetapkan tersangka dalam kasus ini. Sementara untuk saksi-saksi sudah didatangkan sebelumnya untuk diperiksa dan dimintai keterangan. Termasuk saksi ahli dari Pordasi Jatim serta Pemkab Lumajang.

Dalam kasus kematian Maghda Agil Benzema di arena pacuan kuda itu, ada dugaan pelanggaran Pasal 359 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP). Tentang kelalaian yang menyebabkan kematian dengan ancaman penjara maksimal 5 tahun. (cho/fit)

«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar: