H. Siswanto Bakal Diperiksa Polisi Rabu Mendatang

H. Siswanto (baju putih) saat mendatangi Polres Lumajang beberapa waktu lalu. (cho)
Lumajang, Motim - Pihak Polres Lumajang akhirnya kembali melayangkan surat panggilan kepada H. Siswanto. Selaku Ketua Panitia Lomba Pacuan Kuda di Desa Wotgalih Kecamatan Yosowilangun beberapa waktu lalu. Karena dalam lomba itu, menewaskan Maghda Agil Benzema, bocah berusia 7 tahun.

Seperti diketahui, ini merupakan pemanggilan kedua kalinya kepada yang bersangkutan. Pasalnya pada pemanggilan pertama, H. Siswanto tidak memenuhi panggilan tersebut. Dengan alasan, Ia sedang berada di luar kota saat itu.

Informasi dari Sat Reskrim Polres Lumajang, surat panggilan kepadanya telah dilayangkan. Dijadwalkan, pada Rabu (13/3) mendatang, Ketua Pordasi Lumajang itu harus hadir ke Polres. Untuk dilakukan pemeriksaan terhadapnya.

"Surat panggilan sudah dikirim mas," kata Kasat Reskrim Polres Lumajang AKP Hasran, SH, M.Hum melaui Kaur Bin Ops Sat Reskrim Iptu Hariyanto, SH, MH pada Memo Timur, Minggu (10/3).

Jika H. Siswanto masih tidak memenuhi panggilan kedua ini, penyidik akan melakukan jemput paksa kepadanya. Seperti yang sudah disampaikan sebelumnya.

Kemudian, kata Iptu Hariyanto, pihaknya juga akan memanggil joki atau pemilik kuda yang menewaskan Agil. Untuk meminta keterangan dari mereka. Diketahui, mereka merupakan peserta yang berasal dari Kediri.

"Kami masih memastikan alamat lengkapnya pemilik kuda tersebut," pungkas Hariyanto.

Hingga saat ini polisi belum menetapkan tersangka dalam kasus ini. Sementara untuk saksi-saksi sudah didatangkan sebelumnya untuk diperiksa dan dimintai keterangan. Termasuk saksi ahli dari Pordasi Jatim serta Pemkab Lumajang.

Dalam kasus kematian Maghda Agil Benzema di arena pacuan kuda itu, ada dugaan pelanggaran Pasal 359 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP). Tentang kelalaian yang menyebabkan kematian dengan ancaman penjara maksimal 5 tahun. (cho/fit)