Honorer Bakal Pakai ‘Si Perlu’, Bupati Butuh Masukan dan Saran

Lumajang, Motim - Selama ini aplikasi Sistem Informasi Presensi Lumajang (Si Perlu) saat ini hanya dipakai oleh Pegawai Negeri Sipil (PNS). Nantinya bukan hanya PNS, tenaga honorer juga diwajibkan memakai aplikasi berbasis adroid itu.
Si Perlu
Si Perlu
Namun sebelum kebijakan itu diterapkan, banyak tenaga honorer yang keberatan atau mengeluh. Jika harus juga melakukan presensi. Terutama guru honorer. Keluhan ini sudah sampai pada Bupati Thoriqul Haq. Ia siap menerima masukan dan saran sebelum kebijakan itu diterapkan.

“Silahkan berikan masukan dan saran pada Saya, tentang problematika pegawai tidak tetap atau honorer. Bagi guru atau non guru,” ucapnya pada sejumlah wartawan, di lobi Kantor Bupati, Rabu (13/3).

Menurutnya, Si Perlu ini merupakan aplikasi untuk menjadi salah satu indikator apakah mereka bisa memberikan pelayanan dengan baik atau tidak. “Disamping dia bekerja dengan item-item yang harus by system,” tuturnya.

Memang, kata dia, perlakukan antara tenaga honorer di kantor dan guru honorer. Sehingga ini yang kemudian menjadi salah satu problematika. Karena banyak guru honorer yang keberatan jika memakai Si Perlu. Karena jam kerja yang berbeda dengan tenaga honorer non guru.

“Perbedaan jam kerja, penghitungan untuk mendapat honor juga beda. Perlakukannya berbeda,” jelasnya.

Maka dari itu, semua informasi, kritikan, dan saran yang masuk padanya, akan menjadi bahan pertimbangan. “Kami catat sehingga kebijakan sesuai koridor dan profesional. Menyesuaikan pola kerja masing-masing. Honorer untuk meningkatkan pelayanan,” pungkasnya.

Aplikasi Si Perlu sendiri, saat ini juga masih dalam penyempurnaan. Versi sekarang presensi menggunakan GPS. Selanjutnya dikabarkan akan ditambahkan deteksi wajah. Versi yang baru inilah, yang nanti juga akan dipakai semua tenaga honorer. (fit)