Kasus Anggota Polsek Pronojiwo Sudah Diproses Propam

Lumajang, Motim - Kasus oknum anggota Polsek Pronojiwo berinisial AVL yang diduga selingkuh dengan HTT, istri seorang pedagang salak yang bernama Slamet, warga Dusun Umbulan, Desa Pronojiwo, Kecamatan Pronojiwo, sudah diproses oleh unit Profesi dan Pengamanan (Propam) Polres Lumajang.
Wakapolres Lumajang, Kompol Budi Sulistianto
Wakapolres Lumajang, Kompol Budi Sulistianto
Keterangan ini disampaikan oleh Wakapolres Lumajang, Kompol Budi Sulistianto saat ditemui Memo Timur di lobi Polres Lumajang pada Selasa (5/3), sekira pukul 11.15 WIB. Menurutnya, selama proses Propam berlangsung, yang bersangkutan untuk sementara tidak lagi berdinas di Polsek Pronojiwo.

Akan tetapi, berdinas di Polres Lumajang. “Sejak kejadian itu, dia berdinas di Polres Lumajang sekaligus mempermudah unit Propam melakukan proses pemeriksaan terhadap anggota itu,” ucapnya.

Lanjut wakapolres, apabila dalam proses pemeriksaan Propam dia terbukti bersalah, maka Polres Lumajang akan memproses anggota dimaksud sesuai dengan aturan yang berlaku. Dan apabila tidak terbukti bersalah, Polres Lumajang tetap mengaitkan perbuatan anggota tersebut dengan disiplin anggota dan ada sanksinya.

Adapun sanksi bagi anggota yang melanggar disiplin anggota antara lain teguran tertulis, penundaan mengikuti pendidikan, penundaan kenaikan pangkat, mutasi bersifat dimosi dan penempatan khusus.

“Sanksi apa yang akan diberikan kepada oknum anggota Polsek Pronojiwo itu, menunggu putusan sidang nanti. Yang pasti sanksinya itu Mas,” jelas wakapolres Lumajang.


Seperti diketahui, pada Kamis (28/2) malam, Kasium Polsek Pronojiwo berinisial AVL berpangkat Brigadir digerebek warga Dusun Umbulan, Desa Pronojiwo, Kecamatan Pronojiwo, karena dipergoki warga masuk ke rumah HTT saat suaminya mengirim buah salak keluar kota.

Karena hal itu sering dilakukan oleh AVL, warga gerah lalu berkumpul kemudian menggerebeknya. AVL terus diboyong oleh warga menuju kantor Desa Pronojiwo untuk disidang adat. HTT juga dihadirkan.

Meski tidak ada pengakuan dari AVL maupun HTT, namun dalam sidang adat AVL dikenakan sanksi untuk membayar semen sebanyak 300 zak. Sanksi itu kata warga harus sudah terbayar Jum’at (1/3) keesokan harinya, sesuai surat pernyataan yang dibuat AVL disaksikan sejumlah tokoh masyarakat setempat.(cho)