Kasus Korupsi ADD dan DD Desa Purorejo Masuk ke Penyidikan

Kasat Reskrim Polres Lumajang AKP Hasran (cho) 
Lumajang, Motim - Unit Tindak Pidana Korupsi Satuan Reserse Kriminal Polres Lumajang menaikkan status perkara dugaan tindak pidana korupsi alokasi dana desa (ADD) dan Dana Desa (DD) Desa Purorejo, Kecamatan Tempursari, tahun anggaran 2016-2017 dari penyelidikan ke penyidikan.

Hal ini disampaikam oleh Kasat Reskrim Polres Lumajang AKP Hasran, SH, M.Hum saat ditemui Memo Timur Kamis (7/3).

Menurut Hasran, setelah dilakukan gelar perkara yang melibatkan pihak terkait disimpulkan bahwa kasus ini sudah memenuhi persyaratan untuk dinaiikan statusnya. Apalagi penyidik sudah menemukan alat bukti yang cukup. "Statusnya dinaiikkan satu tingkat dari penyelidikan menjadi penyidikan terhitung sejak minggu kemarin,"ucapnya.

Dari hasil penyelidikan itu telah ditemukan adanya tindak pidana korupsi yang menyebabkan kerugian pada uang negara. Beraoa kerugian negara, masih dalam proses penghitungan. Dinaikkan status perkara ini dari penyelidikan ke penyidikan bertujuan untuk menentukan siapa saja yang bertanggungjawab dalam perkara ini.

"Kapan proses penyidikan dimulai, kami masih akan berkoordinasi dengan pimpinan. Yang pasti segera dimulai,"ujarnya

Lanjut Hasran, perkara dugaan tindak pidana korupsi alokasi dana desa (ADD) dan dana desa (DD) Desa Purorejo, Kecamatan Tempursari, tahun anggaran 2016-2017, sebelumnya sudah dinaikkan statusnya dari tahap pengumpulan data menjadi tahap penyelidikan.

Dalam proses penyelidikan berlangsung, penyidik sudah memeriksa pihak-pihak terkait untuk didengar keterangannya terkait pengelolaan ADD maupun DD yang menyebabkan negara dirugikan." Siapa yang bertanggungjawab, menunggu hasil penyidikan,"tegas Kasat Reskrim. (cho)