KPU Temukan Puluhan Surat Suara Pemilu yang Rusak

Proses sortir dan pelipatan surat suara. (*)
Lumajang, Motim - Proses sortir dan pelipatan surat suara Pemilihan Umum (Pemilu) 2019 masih berlangsung. Selama proses yang dilakukan sejak Senin (25/3) lalu itu, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Lumajang telah menemukan ada puluhan surat suara yang rusak.

“Hari pertama 50 lembar, hari kedua 20 lembar. Selanjutnya masih belum kita hitung lagi," kata Ketua KPU Lumajang Siti Mudawiyah pada Memo Timur, Jumat (1/3).

Dari jumlah yang rusak itu, paling banyak adalah surat suara untuk Pemilihan DPR-RI. "Ada diantaranya yang gambarnya tidak bagus, warnanya jelek, kertas yang buram atau kusam, dan juga ada yang sobek," ungkap Mudawiyah.

Setelah proses ini selesai, baru akan direkap total surat suara yang rusak. Kemudian KPU akan menyerahkan berita acara pada pihak percetakan yang menjadi rekanan. “Nanti akan diganti jumlah surat suara yang rusak itu,” ujarnya.

Saat ini yang belum datang adalah surat suara untuk Pemilihan Dewan Perwakilan Daerah (DPD). “Perkiraan sekitar tanggal 5 Maret untuk yang DPD datang di Lumajang,” terangnya.

Sementara hingga kini, KPU masih menyelesaikan untuk Pemilihan DPRD Lumajang. “Karena masih harus dipilah-pilah sesuai dengan daerah pilih (dapil) yang ada,” katanya. Mudawiyah menargetkan untuk DPRD Lumajang, bisa selesai pada Sabtu (2/3).

Baru setelah itu selesai, beranjak ke surat suara Pemilihan Presiden. Namun kata Mudawiyah, tidak butuh lama untuk yang surat suara Pilpres. Dalam sehari, para tenaga yang ada mampu menyelesaikannya.

“Kalau Minggu tidak libur kita kerjakan, tapi kalau libur, Senin baru kita kerjakan,” pungkasnya.

Proses pelipatan dan sortir tersebut dilakukan di gudang logistik yang disewa di komplek Amanda. Ada sekitar 400 tenaga lepas yang dikerahkan. Termasuk diantaranya ada tenaga dari kaum disabilitas. (fit)