Longsor Kembali Menerjang, Jalur Lumajang-Malang Ditutup 2 Hari

Petugas melakukan pembersihan meterial longsoran. (*) 
Lumajang, Motim - Bencana longsor terjadi setiap hari di Lumajang, sejak Senin (18/3). Kali longsor kembali menerjang Jalur Piket Nol, Kamis (21/3) dini hari. Bahkan longsor kali ini terbilang besar. Karena material longsoran sangat banyak.

Bahkan, jalur yang menghubungkan Lumajang-Malang itu pun diperkirakan harus ditutup total selama dua hari. Karena untuk membersihkan material longsoran, petugas dan relawan membutuhkan butuh waktu lama.

Laporan dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lumajang, peristiwa longsor ini terjadi sekitar pukul 01.00 WIB. Tepatnya di Kilometer 57, Desa Sumberwuluh, Kecamatan Candipuro.

“Karena hujan dengan intensitas tinggi sudah selama tiga hari mengguyur wilayah tersebut, sehingga menyebabkan tanah gembur, tidak mampu menahan air,” kata Pelaksana Tugas Sekretaris BPBD Lumajang, Wawan Hadi Siswoyo.

Setelah petugas mendapat laporan, langsung menuju ke lokasi. Baik itu dari BPBD, kepolisian, dan TNI. Kemudian proses pembersihan material baru dilakukan pada pagi harinya. Material longsoran mencapai tinggi 5 meter, panjang 25 meter, dan lebar 8 meter.

Dengan banyaknya material tersebut, pembersihan tidak bisa dilakukan dalam sehari. Bahkan 4 alat berat sudah dikerahkan ke lokasi. “Kita perkirakan besok (Jumat) baru selesai dibersihkan. Jadi jalur ditutup dua hari,” ungkapnya.

Seperti diketahui, di jalur piket nol selama ini memang rawan longsor, karena kondisi tanah diatas tebing yang labil. Apalagi di titik longsor kali ini, kata Wawan merupakan lahan kosong. Tidak ada pohon diatasnya. (fit)