Diberdayakan oleh Blogger.

Head Line News

Peristiwa

Politik

Pemerintahan

Kriminal

Pendidikan

Lumajang, Motim - Mayat perempuan telanjang bulat tanpa identitas, yang ditemukan warga tersangkut batu di sungai Menjangan, Desa Wonocempokoayu, Kecamatan Senduro, pada Senin (11/3) sekira pukul 07.00 WIB, ternyata Muliha (60), warga Dusun Krajan, Desa Grobogan, Kecamatan Kedungjajang.

Kondisi mayat korban sebelum dievakuasi
Kondisi mayat korban sebelum dievakuasi
Kapolsek Senduro, Iptu Joko Witoro menuturkan, identitas mayat perempuan itu terungkap saat Didik Suyatno, anak kandung korban bersama kerabatnya datang ke kamar mayat Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr. Haryoto, untuk melihat mayat perempuan itu.

Setelah dilihat, Didik Suyatno mengklaim jika mayat tersebut adalah ibu kandungnya yang selama ini dicarinya. Menurut Didik, korban menderita sakit pikun alias lupa ingatan dan tinggal sendirian di rumah induk. “Korban tinggal sendirian di rumah induk,” katanya.

Sebelum ditemukan meninggal dunia di aliran sungai Menjangan, setahun terakhir ini korban sering meninggalkan rumahnya tanpa pamit. Namun, apabila menjelang sore tak kunjung pulang oleh keluarganya terus dicari dan korban selalu ditemukan dalam kondisi selamat kemudian dibawa pulang.

Pada Kamis (28/2), sekira pukul 22.00 WIB, korban diketahui telah meninggalkan rumah. Khawatir akan keselamatannya, malam itu anak korban bersama kerabatnya terus melakukan pencarian ke rumah kerabatnya. Tapi, korban tidak ada.

Pencarian dilakukan dengan mencari korban di sejumlah ruas jalan desa se Kecamatan Kedungjajang, juga tidak ditemukan. Pada Senin (11/3) sore kemarin, anak korban mendapat informasi dari media sosial, apabila ada perempuan tua ditemukan meninggal dunia di sungai Menjangan.

Khawatir Ibu kandungnya, Didik didampingi kerabatnya terus mendatangi RSUD dr. Haryoto untuk memastikan siapa perempuan yang meninggal dunia itu. Setelah melihat wajah dan ciri-cirinya, mayat perempuan itu adalah Suliha ibu kandungnya.

Lanjut Kapolsek Senduro, anak korban tidak menghendaki mayat ibunya dioutopsi dan membuat surat pernyataan bermaterai diketahui Kades setempat dan menerima kejadian itu sebagai musibah keluarganya. “Jenazah korban sudah dibawa pulang keluarganya ke rumah duka pada Senin malam,” jelas Kapolsek Senduro.

Berita sebelumnya, warga Desa Kandangan dan Wonocempokoayu, Kecamatan Senduro, digegerkan penemuan mayat perempuan tanpa busana tersangkut batu di sungai Menjangan Desa Wonocempokoayu, pada Senin (11/3), sekira pukul 07.00 WIB.

Mayat perempuan itu ditemukan salah satu warga setempat. Melihat ada mayat, warga itupun terus memanggil warga kemudian melaporkan ke perangkat desa setempat kemudian dilaporkan ke Polsek Senduro.(cho)

«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar: