Mengaku Buser untuk Memikat Hati Istri Orang

Lumajang, Motim - Mengaku sebagai anggota Buru Sergap (Buser) Polres Lumajang, seorang pemuda bertubuh tambun dan bertato di lengannya, diringkus Tim Cobra Satuan Reserse Kriminal (Sat Reskrim) Polres Lumajang.
Pelaku saat diinterogasi oleh Kapolres Lumajang
Pelaku saat diinterogasi oleh Kapolres Lumajang
Pemuda nekat itu bernama Nur Hadi, warga Desa Mojo, Kecamatan Padang, yang diketahui sebagai pekerja harian lepas (PHL) Polsek Padang. Dia ditangkap di wilayah Desa Dawuhan Lor, Kecamatan Sukodono, pada Rabu (27/3), sekira pukul 01.00 WIB.

“Dia mengaku buser hanya untuk memikat hati seorang perempuan,” tutur Kapolres Lumajang, AKBP DR Muhamad Arsal Sahban, SH, SIK, MH, MM kepada sejumlah media.

Anehnya, kata Kapolres, perempuan yang dia dekati, dia sukai itu sudah bersuami, yang saat ini sedang ditahan di rumah tahanan (Rutan) Polres Lumajang, karena diduga terlibat dalam kasus penyalahgunaan Narkotika beberapa waktu yang lalu.

Pada saat dia mengaku buser, dia tidak menggunakan seragam atau atribut polisi seperti anggota polisi gadungan yang ditangkap di wilayah Kecamatan Tempeh kemarin. Akan tetapi, dia menggunakan pakaian umum biasa.

“Lucunya, dia mengaku anggota buser dari Tim Kora-Kora. Saat ditanya apa Tim Kora-Kora itu, dia menjawab tukang cuci piring,” katanya.

Selain mengaku anggota buser Tim Kora-Kora, dia juga telah melakukan aksi penipuan uang senilai 500 ribu terhadap salah satu warga dengan menyanggupi mencarikan lowongan pekerjaan. Belum sempat mencarikan pekerjaan korban, pelaku diringkus.

Saat ditanya uang hasil penipuannya itu digunakan untuk apa, dia menjawab buat belikan baju perempuan yang dia sukai itu. Rencananya, dia ini juga akan mengurus surat cerainya perempuan yang dia sukai lalu akan menikah. “Pengakuannya begitu Mas,” ungkapnya.

Masih kata Kapolres, kasus ini masih akan terus dipelajari, karena satu sisi dia mengaku sebagai anggota buser hanya satu kali, itupun beralasan hanya untuk memikat perempuan yang dia sukai. Itu terjerat Tindak Pidana Ringan (Tipiring).

Satu sisi, dia telah melakukan aksi penipuan dimana korbannya merugi sebesar 500 ribu. Tapi, korbannya enggan melaporkan nasib yang dialaminya itu sehingga pihaknya tidak bisa berbuat banyak dalam kasus ini. “Kami juga bingung, namun masih kami pelajari lebih dalam lagi,” pungkas Kapolres Lumajang.(cho)