Minim Informasi, Pencarian Korban Hanyut di Sungai Bondoyudo Dihentikan

Lumajang, Motim - Pencarian korban hanyut di Sungai Bondoyudo dihentikan oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lumajang. Selain sudah mencapai batas waktu pencarian sesuai SOP (Standar Operasional Prosuder), petugas juga minim informasi.
Petugas saat melakukan pencarian
Petugas saat melakukan pencarian
“Karena sejauh ini hanya ada satu saksi saja,” kata Kepala Bidang Pencegahan Kesiap siagaan dan Logistik BPBD Lumajang, Wawan Hadi Siswoyo saat dihubungi Memo Timur, Minggu (31/3) sore.

Lanjutnya, semua petugas sudah ditarik dari lokasi pencarian, pada Sabtu (30/3) sore. Atau sudah genap 5 hari korban hilang sejak dilaporkan oleh warga. Di hari terakhir pencarian itu, korban juga masih belum ditemukan.

“Hasilnya nihil, petugas sudah kita tarik,” ucapnya.

Wawan menegaskan, hingga saat ini, juga masih belum ada laporan dari warga terkait adanya sanak saudaranya yang hilang. Utamanya dari warga Desa Yosowilangun Kidul, Kecamatan Yosowilangun. Sesuai laporan, sebagai lokasi adanya korban hanyut.

“Sampai hari ini tidak ada laporan terkait kehilangan anggota keluarga,” terang Wawan.

Namun ada kemungkinan pencarian bisa dilakukan kembali, jika ada informasi atau bukti baru nantinya. Sehingga pihaknya masih menunggu ada informasi tersebut. “Iya kita masih menunggu ada informasi baru,” ucap Wawan.

Seperti diketahui, petugas mulai melakukan pencarian kepada korban pada Kamis (28/3). Berawal adanya laporan warga yang melihat ada orang berambut panjang hanyut di Sungai Bondoyudo.

“Namun kita belum memastikan apakah korban itu perempuan atau laki-laki,” ucapnya.

Petugas pun datang, dan mulai melakukan pencarian. Dengan menggunakan perahu karet penyusuran dilakukan dari lokasi yang dilaporkan. Beberapa hari dilakukan pencarian belum ketemu, akhirnya pencarian dihentikan. (fit)