PHK Sepihak, Warga Kertosari Ngluruk Perusahaan Ayam

Lumajang, Motim - Perusahaan Ayam PT. Lumajang Satwa yang berada di Dusun Tesirejo, Desa Kertosari, Kecamatan Pasrujambe, pada Senin pagi (4/3), diluruk oleh ratusan karyawannya. Informasinya karena memberhentikan beberapa karyawannya tanpa alasan yang jelas.
Ratusan karyawan saat ngeluruk PT Lumajang Satwa
Ratusan karyawan saat ngeluruk PT Lumajang Satwa
Kepala Desa Kertosari, Kecamatan Pasrujambe, Wiro Atmo kepada sejumlah media menyampaikan tuntutan ratusan karyawan itu bermula dari diberhentikannya 4 karyawan oleh perusahaan tanpa ada alasan yang jelas. Padahal karyawan tersebut merupakan warga setempat.

“Ini bermula dari pemberhentian 4 karyawan, sehingga mereka kompak menuntut keadilan agar supaya pemberhentian karyawan itu dievaluasi lagi mas,” kata Wiro.

Wiro menambahkan, selain persoalan pemberhentian 4 karyawan, diperusahaan itu juga banyak menuai kritikan dari masyarakat sekitar, terutama menyangkut pengelolaan limbah yang kurang baik sehingga bau menyengat terkadang ada.

“Namun hal itu oleh masyarakat bisa dimaklumi. Sekarang yang menjadi tuntutan adalah soal pemberhentian tanpa alasan yang jelas itu,”ungkapnya.

Pantauan Memo Timur, hasil mediasi terhadap aksi ratusan karyawan, managemen pihak perusahaan akan diperbaiki, sementara 4 orang yang diPHK akan dipekerjakan kembali, sedangkan 4 orang yang usianya sudah dianggap tua masih akan dipertimbangkan.

Terkait dengan pesangon bagi karyawan maksimal sebesar Rp 4.500.000,- (disesuiakan dengan lama bekerjanya) akan diberikan. Bahkan pihak perusahaan sesuai dengan disposisi dari Kepala Desa Kertosari, akan mengutamakan warga Dusun Tesirejo sebagai karyawan.

Untuk tuntutan penyaluran THR terhadap warga sekitar, PT Lumajang Satwa langsung diantar oleh pihak perusahaan, bahkan kesepakatan berikutnya sesuai tuntutan warga bahwasanya PT. Lumajang Satwa akan menyalurkan air di lingkungan perusahaan dan kran di luar perusahaan. “PT. Lumajang Satwa juga menyetujui,” ungkapnya lagi.

Masih kata Kades Wiro, untuk pengawas perusahaan yang bernama Fendik diberi waktu 1 Minggu untuk merubah kinerjanya dan apabila tidak ada perubahan maka langsung dikeluarkan dari perusahaan. “Hasilnya seperti itu mas,” pungkasnya. (cho)