Polemik Perbup Nomor 14, Bupati Tolak Keberatan Pengusaha Karaoke

Bupati Thoriqul Haq. (fit)
Lumajang, Motim - Polemik Peraturan Bupati (Perbup) Nomor 14 Tahun 2019 terus bergulir. Bupati Thoriqul Haq bersikukuh jika Perbup tentang Penyelenggaraan Usaha Hiburan Karaoke itu harus terus diterapkan. Meskipun para pengusaha karaoke sudah menyatakan keberatan dengan Perbup itu. 

Bahkan salahsatu pengusaha melalui kuasa hukumnya telah melayangkan surat keberatan kepada bupati. Surat keberatan itu diserahkan ke bupati pada 22 Februari lalu. “Kami sampaikan dengan tegas bahwa, keberatan ini kami tolak,” katanya pada sejumlah wartawan, Jumat (1/3).

Meksipun pengusaha karaoke telah menyebut ada banyak poin aturan dalam Perbup itu yang memberatkan. Bahkan disebut jika da aturan yang menabrak aturan diatasnya. Seperti menabrak peraturan yang dikeluarkan oleh kementerian.

Namun bupati menegaskan, jika Perbup itu sudah dibuat dengan memperhatikan aturan yang ada diatasnya. Ia bisa memastikan tidak ada aturan yang tumpang tindih dengan aturan yang ada diatasnya.

“Misalnya larangan tentang toilet didalam ruang karaoke, itu tidak ada aturannya. Sehingga secara teknis kami atur,” ungkapnya ditemui wartawan di ruang kerjanya.

Kemudian mengenai larangan pemandu lagu, itu juga sama. Karaoke keluarga di Lumajang tidak boleh lagi ada pemandu lagu. “Sedangkan izin tempat karaoke di Lumajang, semua karaoke keluarga,” jelasnya.

Ia menegaskan, perbup yang dikeluarkan ini tidak ada kaitannya dengan sengketa pencabutan izin antara Pemkab Lumajang dengan Vision Vista (V2). Saat ini masih proses hukum di PTUN dan belum selesai. “Perbup ini diberlakukan merata di semua tempat karaoke,” ucapnya.

Kemudian Ia juga menolak, adanya rencana dari para pengusaha karaoke di Lumajang yang hendak menemuinya untuk menyampaikan keberatan secara langsung. Ia menegaskan jika Perbup ini sudah final. “Secara tegas saya tolak untuk ketemu,” tegas bupati.

Disinggung Perbup ini bisa mengurangi minat investor untuk berinvestasi di Lumajang, itu bukan masalah. Thoriq menegaskan jika investor atau pengusaha yang akan membangun usaha di Lumajang harus mematuhi aturan yang ada.

“Saya sampaikan, investasi di Lumajang boleh. Siapapun yang berkeinginan. Tapi kalau investasi yang berhubungan dengan tempat maksiat saya tidak kompromi,” pungkasnya. (fit)