Polisi Akan Jemput Paksa Ketua Panitia Pacuan Kuda Wotgalih

Lumajang, Motim - Kasus kematian anak kecil, Maghda Agil Benzema di arena pacuan kuda Desa Wotgalih, Kecamatan Yosowilangun memasuki babak baru. Kasus yang ditangani Sat Reskrim Polres Lumajang itu sudah naik satu tingkat. Dari penyelidikan menjadi penyidikan.
Kasat Reskrim Polres Lumajang, AKP Hasran SH M.Hum
Kasat Reskrim Polres Lumajang, AKP Hasran SH M.Hum
Dalam proses penyidikan ini, pihak penyidik akan memeriksa ketua panitia lomba pacuan kuda tingkat nasional yang digelar di pesisir pantai Wotgalih beberapa waktu lalu. Yakni H. Siswanto yang merupakan warga setempat.

Keterangan dari Sat Reskrim, sebelumnya H. Siswanto sudah dipanggil untuk datang ke Polres Lumajang. Dijadwalkan, pada Jumat (1/3), lalu, seharusnya yang bersangkutan diperiksa. Namun H. Siswanto mangkir, tak memenuhi panggilan pihak kepolisian.

“Tanpa ada alasan yang jelas,” kata Kasat Reskrim Polres Lumajang, AKP Hasran, SH. M.Hum pada Memo Timur, Selasa (5/3).

Ia menegaskan, dalam waktu dekat juga akan dilakukan pemanggilan lagi. Bukan hanya dipanggil saja. Pihaknya juga akan melakukan jemput paksa kepada Ketua Persatuan Olahraga Berkuda Seluruh Indonesia (Pordasi) Lumajang itu.

“Penyidik akan memanggil lagi serta ada surat perintah jemput paksa,” jelasnya.

Sebelum ini, sudah ada banyak saksi dari berbagai pihak yang diperiksa. Untuk dimintai keterangan oleh Sat Reskrim. Entah itu dari pihak panitia, penonton, hingga saksi ahli dari pihak Pordasi Jatim.

Bupati Thoriqul Haq sebenarnya juga akan dimintai keterangan terkait ini. Karena Ia memberikan rekomendasi atas lomba itu. Namun Ia tak bisa hadir langsung, dan mewakilkan kehadirannya. (cho/fit)