Tawarkan Jasa Pengawalan, Polisi Gadungan Ditangkap

Lumajang, Motim - Menawarkan jasa pengawalan dan pengamanan terhadap warga Desa Pandanarum, Kecamatan Tempeh, seorang polisi gadungan berseragam lengkap diketahui bernama Arifin Dwi Erwin (28), warga Desa Kunir Lor, Kecamatan Kunir, ditangkap petugas gabungan Polsek Tempeh.
Polisi gadungan saat diamankan
Polisi gadungan saat diamankan
Dari lokasi penangkapan, petugas mengamankan sejumlah barang bukti berupa 1 unit sepeda motor Honda Vario warna hitam Nopol P 3811 KS, 2 buah Hand Phone, 1 buah Shofgun jenis revolver dengan 6 butir peluru, 1 buah kaos polisi dan seragam polisi.

“Sudah kami serahkan kepada unit Propam Polres Lumajang berikut sejumlah BB itu. Kami bersama anggota hanya mengamankan, lalu diserahkan ke unit Propam,” kata Kapolsek Tempeh, AKP Budi Setiyono, SH kepada Memo Timur via teleponnya.

Saat ditanya apakah polisi gadungan itu telah melakukan aksi kejahatan yang merugikan masyarakat, Kapolsek Tempeh menyampaikan tidak. Pelaku hanya menawarkan jasa pengawalan dan pengamanan saja.

Karena warga curiga dia bukan anggota polisi yang sesungguhnya, warga menghubungi salah satu anggota Polsek Tempursari lalu dilaporkan ke Polsek Tempeh. Atas laporan itu, pihaknya terus bergerak cepat mendatangi lokasi, langsung mengamankan anggota polisi gadungan itu.

“Lebih lengkapnya, monggo konfirmasi langsung ke unit Propam Polres Lumajang ya Mas,” jelasnya.

Secara terpisah Kasi Propam Polres Lumajang, Ipda Wasono Budi mengatakan, setelah dilakukan pemeriksaan kesimpulannya sama sekali tidak ada kaitan dengan anggota, sehingga hal ini terus dilimpahkan ke Sat Reskrim untuk didalami, barang kali ada perbuatan yang berkaitan dengan aksi kejahatan.

“Misalkan ada kaitan dengan anggota Polres Lumajang, pasti kami proses. Karena tidak ada, kami serahkan ke Sat Reskrim,” kata Kasi Propam. Sementara itu Kasat Reskrim Polres Lumajang, AKP Hasran, SH, M.Hum belum berhasil dikonfirmasi terkait polisi gadungan tersebut.

Namun, melalui Kaur Bin Ops Sat Reskrim, Iptu Hariyanto, SH, MH menuturkan polisi gadungan itu masih diperiksa oleh penyidik. Dan apabila nanti diketahui ada orang yang pernah ditipu dan dirugikan atau pernah terlibat dalam aksi kejahatan, maka perbuatan dia akan diproses secara hukum.

“Sekarang masih diperiksa dan belum selesai,” tegas Kaur Bin Ops Hariyanto. (cho)