Tim Cobra Tembak Maling Motor yang Jual di Medsos

Lumajang, Motim - Sindikat pelaku pencurian sepeda motor yang hasil kejahatannya diperjual belikan secara online di media sosial, berhasil digulung oleh Tim Cobra Sat Reskrim Polres Lumajang. Bahkan, dua dari tiga pelakunya dilumpuhkan dengan tembakan terukur pada kakinya.
Kapolres didampingi Kasat Reskrim saat melihat kondisi kedua pelaku curanmor
Kapolres didampingi Kasat Reskrim saat melihat kondisi kedua pelaku curanmor
Ketiga pelaku yang tergolong masih muda dan licin itu bernama Ahmad Fatoni (20), dan Muhamad Shodiqin (24), keduanya warga Dusun Bubur, Desa Sumberejo, Kecamatan Sukodono. Kedua pelaku terpaksa dihadiahi timah panas pada salah satu kakinya karena melawan saat hendak diringkus.

Keduanya punya peran yang berbeda, Ahmad Fatoni berperan sebagai pelaku utama dalam pencurian sekaligus menjual sepeda motor hasil kejahatannya secara online di media sosial. Muhamad Shodiqin berperan sebagai orang yang ikut serta dalam pencurian.

Satu pelaku lagi bernama Muh. Alwi Muzekki (23), warga Desa Sumberanyar, Kecamatan Rowokangkung. Dalam perkara ini, dia berperan sebagai orang yang membeli 1 unit sepeda motor hasil kejahatan kedua pelaku.

“Ahmad Fatoni dan Muhamad Shodiqin diamankan di rumah tahanan Polres Lumajang. Muh Alwi Muzekki diamankan di rumah tahanan Polres Jember,” tutur Kasat Reskrim Polres Lumajang, AKP Hasran, SH, M.Hum mendampingi Kapolres, AKBP DR. Muhamad Arsal Sahban, SH, S.IK, MH,MM., Sabtu (30/3).

Terungkapnya dan tertangkapnya sindikat pelaku pencurian sepeda motor yang hasilnya dijual secara online ini bermula saat Tim Cobra bersama Sat Sabhara melakukan patroli bersama di Jalan Lintas Selatan (JLS) yang dipimpin oleh Kasat Sabhara.

Saat patroli, petugas menghentikan pengendara sepeda motor Honda Beat tanpa plat Nopol terpasang yang diketahui bernama Muh. Alwi Muzekki. Saat ditanya STNK, ngomong tidak ada. Curiga, petugas terus memeriksa sepeda motor diketahui tanpa kontak dan kondisi rumah kuncinya rusak.

“Muh. Alwi Muzekki berikut sepeda motor itu terus diamankan oleh Tim Cobra untuk dikembangkan,” katanya.

Setelah dicecar banyak pertanyaan, akhirnya Muh. Alwi Muzekki ini mengaku sepeda motor itu dibeli dari temannya bernama Ahmad Fatoni dan Muhamad Shodiqin. Dari keterangan itu, Tim Cobra terus mencari keberadaan keduanya.

Tak lama kemudian, Tim Cobra berhasil menggulung keduanya di lokasi yang berbeda, itupun dengan tindakan tegas terukur. Kedua pelaku mengakui apabila sepeda motor hasil kejahatannya itu diperjual belikan secara online. “Ada yang dijual secara online, ada yang dijual langsung,” ujarnya.

Pelaku juga mengaku, jika sebelumnya telah melakukan perbuatan yang sama di 14 TKP dengan rincian9 TKP di wilayah hukum Polres Lumajang dan 5 TKP di wilayah hukum Polres Jember. TKP pertama di area parkir kantor Dispora Lumajang, area parkir warung kopi sekitar taman Toga, area parkir warung nasi Neron pasar baru Lumajang, area parkir Bakso Margaret, area parkir Bakso Banyuwangi, area parkir Coffe Ideal jalan Pandjaitan depan SMA Negeri 3, area parkir gudang besi tua Klanting, area parkir SMK Khoiriyah Suko, area parkir Coffe Labruk Lor tepatnya sebelum SPBU Muhamadiyah.

Sedang 5 TKP Jember adalah area parkir pertokoan pasar Semboro, TKP Tepi jalan Sidomekar Semboro, TKP teras rumah warga Kecamatan Kencong, TKP teras rumah warga wilayah Kecamatan Puger, dan terakhir area parkir pasar Tanggul.

Masih kata Kasat Reskrim, modus operandinya, pelaku mencuri sepeda motor milik warga yang berada di area parkir Coffe, area pasar, perkantoran juga motor yang diparkir di teras rumah lalu hasilnya dijual secara online di media sosial.

Atas perbuatannya, kedua pelaku terancam dijerat pasal 363 KUHP tentang pencurian dipidana maksimal 9 tahun hukuman penjara. Untuk sementara, Ahmad Fatoni dan Muhamad Shodiqin diproses hukum di Lumajang. Sedang Muh. Alwi Muzekki diproses di Jember.

“Barang Bukti yang diamankan saat ini, 3 unit sepeda motor berbagai merk dan 1 buah kunci T,” pungkas Hasran.(cho)