Diberdayakan oleh Blogger.

Head Line News

Peristiwa

Politik

Pemerintahan

Kriminal

Pendidikan

Ritual Taur Kasanga umat Hindu sebelum Nyepi. (*) 
Lumajang, Motim - Selain di Kecamatan Senduro, umat Hindu di Gucialit juga merayakan Nyepi dengan khidmat. Toleransi antar umat beragama disana tetap tinggi dan terus terjaga. Serangkaian perayaan Nyepi berlangsung dengan aman dan lancar.

Meskipun diketahui, umat Hindu di Kecamatan Gucialit adalah minoritas. Warga disana saling menghormati satu sama lain. Di Kecamatan Gucialit, ada dua desa yang cukup banyak warganya yang beragama Hindu.

“Desa Pakel 25 persen, Desa Kenongo 15 persen. Desa lainnya tidak ada,” kata Irawan, salahsatu pemuda desa setempat pada Memo Timur.

Seperti yang terlihat, pada Rabu (6/3) sore. Atau sehari sebelum Nyepi, umat hindu disana juga melakukan ritual Taur Kesanga di jalan desa dengan khidmat. Terlihat mereka memanjatkan doa. Sebelum mengarak ogoh-ogoh.

“Di Desa Pakel ada 15 ogoh-ogoh. Desa Kenongo ada 8 ogoh-ogoh,” ucap Irawan.

Selanjutnya, ogoh-ogoh itu diarak keliling desa dan menuju ke salahsatu sumber air disana. Kemudian ogoh-ogoh itu dibakar. Sama seperti dengan yang dilakukan oleh umat Hindu lainnya. “Dibakar disana, di Pedanyangan. Setelah itu, keesokan harinya mereka Nyepi,” jelasnya.

Ritual Taur Kasanga dimaksudkan untuk memberi persembahan ke roh-roh halus sebelum masuk Catur Brata Penyepian. Kemudian Ogoh-ogoh yang dibakar dengan harapan makhluk-makhluk yang tidak kelihatan tersebut tidak mengganggu umat selama menjalankan Nyepi.

Saat umat hindu disana melaksanakan Nyepi, warga luar desa dilarang masuk ke desa tersebut. Akses masuk ke desa akan ditutup. Demi menciptakan suasana aman dan nyaman selama umat Hindu melaksanakan ibadah.

“Akan ada umat muslim yang menjaga jalan masuk. Sebagai wujud kerukunan,” katanya.

Sementara untuk warga lain, yang tidak melaksanakan Nyepi, tetap melaksanakan aktifitas seperti biasanya. “Aktfiitas seperti biasanya. Yang tani tetap bertani. Namun tetap kita menjaga kerukunan, menghormati mereka yang lagi beribadah,” pungkasnya.

Saat ritual Taur Kasanga, Bupati Thoriqul Haq juga sempat datang kesana. "Saya hadir sebagai penghormatan, kami ingin keberagaman di Lumajang tetap terjaga, masyarakat Lumajang terdiri dari bermacam-macam agama, kami berkewajiban sama - sama melindungi," ujarnya.

Ia mengaku bahagia melihat kerukunan umat beragama di Lumajang. "Luar biasa semua hadir, yang Islam hadir, yang Hindu juga hadir, ini yang menjadi wujud keberagaman di Kabupaten Lumajang," ujarnya bangga. (fit)

«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar: